JAKARTAPUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Kumandang azan salat Isya dari beberapa masjid di sekitar Jalan Gatot Subroto, Jakarta menghentikan sementara ledakan kembang api dari massa aksi.
Sejak pukul 18.00 WIB, kericuhan terjadi antara pihak kepolisian dan massa aksi. Polisi terus menembakkan gas air mata untuk membubarkan pendemo di sepanjang Jalan Gatot Subroto dan ruas jalan tol dalam kota yang mulai anarkis dengan melempar batu, botol hingga menembakkan kembang api.
Hampir sejam lamanya, polisi berupaya meredam dan menghalau massa aksi, serta tidak berhenti mengimbau agar pedemo tidak anarkis karena hanya merugikan mereka.
"Cukup dek, sudah, orang tuamu menunggu di rumah, tidak ada gunanya melawan," pinta polisi berkali-kali.
Sejak siang tadi, ribuan massa aksi tergabung dari elemen buruh, mahasiswa dan pelajar berunjuk rasa menyampaikan orasi dan tuntutan mereka di sekitar Jalan Gatot Subroto, Jakarta.
Massa aksi itu hendak menuju DPR namun tertahan tiga lapis yakni pembatas plastik, beton dan kawat berduri. Selain itu, ratusan polisi antihuru hara juga disiapkan untuk menghalau massa.
"Kami akan tetap bertahan hingga mendapatkan kepastian atas pembatalan rancangan undang-undang yang sedang dibahas," kata salah seorang orator aksi.
Setidaknya ada tujuh tuntutan utama yakni menolak RKUHP, RUU Pertambangan Minerba, RUU Pertanahan, RUU Permasyarakatan, RUU Ketenagakerjaan.
Selain itu mendesak UU KPK dan UU SDA dibatalkan serta disahkannya RUU PKS dan Perlindungan Pekerja Rumah Tangga.
Selain itu mereka mendesak UU KPK dan UU SDA dibatalkan serta disahkannya RUU PKS dan Perlindungan Pekerja Rumah Tangga.

Share this article
Hampir sejam lamanya, polisi berupaya meredam dan menghalau massa aksi, serta tidak berhenti mengimbau agar pedemo tidak anarkis karena hanya merugikan mereka.