JAKARTAPUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Cara penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan haruslah menyeluruh dan tidak dibeda-bedakan daerah terdampak satu dengan lainnya.
Ketua Mata Rantai Jurnalis Riman Wahyudi menuturkan, berdasarkan laporan anggotanya di Jambi, kondisi udara daerah tersebut saat ini sudah menguning pekat.
"Jadi harus menjadi perhatian khusus lokasi ini untuk melakukan pemadaman baik itu melakukan penyemprotan maupun dengan bombing air dengan pesawat atau pun dengan hujan buatan," jelas Riman saat aksi penggalangan dana untuk masyarakat korban karhutla di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (22/9/2019).
Seperti halnya di Palangkaraya, Kalimatan Tengah, menurut dia, mengatasi karhutla di Jambi mestinya juga dengan menggunakan hujan buatan.
AYO BACA : Wartawan dan Mahasiswa Galang Dana Beli Masker untuk Korban Karhutla
"Artinya seperti yang terjadi di Palangkaraya Kalimantan kemarin sempat ada hujan buatan kenapa tidak dilakukan di daerah lain?" tanyanya.
Ia menyadari upaya pemadaman karhulta tidaklah mudah, terlebih di lahan-lahan gambut.
"Kami berharap pemrintah maksimal untuk melakukan pemadamam Karhutla ini," tandasnya.
Riman bersama 20 anggota Mata Rantai Jurnalis menggelar Aksi Sejuta Masker Jurnalis Peduli Asap di kawasan car free day, pagi tadi. Dana yang terkumpul nantinya dibeli masker serta obat-obatan buat masyarakat, terutama anak-anak terdampak karhutla.

Share this article
Seperti halnya di Palangkaraya, Kalimatan Tengah, mengatasi karhutla di Jambi mestinya juga dengan menggunakan hujan buatan.