JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM--Isu pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan semakin santer beredar. Apalagi, pemerintah telah mengimbau, bahwa peletakan batu pertama atau groundbreaking untuk pembangunannya bakal dilakukan mulai tahun 2021.
Berdasar hal itu, semua kegiatan pemerintah pusat dipastikan akan turut pindah ke Kalimantan. Mulai dari kementerian, lembaga legislatif, yudikatif, dan lembaga negara lainnya.
Terkait hal itu pula, segenap SDM penggerak pemerintah pusat akan bermigrasi ke Kalimantan, termasuk pegawai pemerintahan yang saat ini berada di Jakarta.
“ASN-nya di tingkat pusat itu 1 juta orang. Sudah direncanakan ya, kalau memang ibu kota pindah, ya ASN-nya pindah,” ungkap Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Syafruddin. Selasa (30/7/2019).
Sebelumnya, soal perpindahan ibu kota telah dipastikan oleh Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas, Rudy S Prawiradinata. Menurutnya, Kalimantan dipilih karena memiliki lahan yang luas serta relatif aman dari ancaman gempa bumi.
Selain karena lahan yang luas dan relatif aman bencana, Kalimantan juga dipilih karena berada di tengah wilayah Indonesia. Dengan begitu, tidak lagi Jawa-sentris, pemerintahan bisa lebih berwarna Indonesia-sentris.
Sejauh ini belum ada kepastian wilayah pasti yang dipilih menjadi ibukota. Namun, Rudy mengatakan, sudah ada tiga opsi wilayah, yaitu Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.
“Kementerian PPN/Bappenas telah mengukur dampak ekonomi pemindahan ibu kota dan melakukan modeling. Ada tiga kandidat, yaitu: Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur," ujar Rudy dalam keterangannya, Selasa (30/7/2019).
Share this article
Isu pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan semakin santer beredar. Apalagi, pemerintah telah mengimbau, bahwa peletakan batu pertama atau groundbreaking untuk pembangunannya bakal dilakukan mulai tahun 2021.