TEBET, AYOJAKARTA.COM – Program internet gratis atau Jak Wifi yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berdampak positif bagi warga ibu kota. Selain itu, Jak Wifi juga mengundang respon positif dari berbagai pihak, khususnya pengamat pendidikan.
Pengamat Pendidikan, Darmaningtyas, mengapresiasi langkah Pemprov DKI itu. Di masa sulit akibat pandemi Covid-19, menurut Darma, Jak Wifi banyak meringankan beban bagi orang tua yang anaknya harus menggunakan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau lewat daring.
Bahkan, kata dia, program serupa juga bisa diikuti oleh pemerintah daerah lain untuk ikut meringankan beban masyarakatnya.
AYO BACA : Warga Klaim Fasilitas Jak Wifi Bikin Hemat Pengeluaran Hingga Rp 500 Ribu
"Ini langkah yang bagus dan cerdas untuk menunjang Pembelajaran Jarak Jauh. Saya kira ini bisa ditiru pemerintah daerah lainnya," ujarnya dilansir dari Beritajakarta.id, Jumat (4/9/2020).
Dia pun menyarankan Pemprov DKI untuk terus mensosialisasikan program Jak Wifi ke masyarakat luas. Sehingga, masyarakat yang belum mengetahui fasilitas baru itu dapat ikut merasakan manfaatnya.
"Bisa minta para lurah dan kepala sekolah untuk bantu sosialisasi program ini. Kalau internet gratis ini ada kata sandinya, masyarakat harus tahu," katanya.
AYO BACA : Demi Kestabilan PJJ, Jakarta Selatan Kini Punya 1.415 Titik Wifi Gratis
Darma berharap, layanan Jak Wifi ini bisa membantu proses belajar mengajar di tengah kondisi pandemi. Kehadiran layanan tersebut juga diharapkan bisa mengurangi beban para orang tua yang kesulitan membeli kuota internet untuk kebutuhan belajar anak-anaknya.
"Setelah pandemi berlalu, internet akan tetap dibutuhkan untuk menunjang pembelajaran di sekolah. Jadi program Jak Wifi ini memang dibutuhkan," ucapnya.
Tanggapan positif akan program Jak Wifi juga datang dari Pengamat Pendidikan lainnya, Arief Rachman. Dia menilai, upaya Pemprov DKI Jakarta dalam menghadirkan layanan internet gratis merupakan langkah yang sangat baik.
"Saya kira Pemprov DKI sudah tepat merespon kebutuhan warga. Sebab kalau tidak ada internet di kondisi seperti sekarang ini, anak-anak bisa tidak mendapatkan materi pelajaran," tuturnya.
Menurut Arief, pendidikan harus bisa menciptakan suasana yang menyenangkan, sehingga lima potensi manusia bisa berkembang. Lima potensi yang dimaksud meliputi spiritual, emosional, intelektual, sosial dan jasmani.
"Harapan saya kedepannya pendidikan harus betul-betul terjamin. Di kondisi serba terbatas saat ini, proses belajar mengajar harus terus berjalan. Ini bisa terlaksana salah satunya dengan penyediaan fasilitas internet gratis," pungkasnya.
AYO BACA : Cek Daftar Lokasi Jak Wifi di Jakarta Pusat, Ada 1.953 Titik

Share this article
"Ini langkah yang bagus dan cerdas untuk menunjang Pembelajaran Jarak Jauh. Saya kira ini bisa ditiru pemerintah daerah lainnya," ujarnya dilansir dari Beritajakarta.id, Jumat (4/9/2020).