JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Krisis ekonomi akibat pandemi COVID-19 sangat memukul masyarakat kecil di DKI Jakarta.
Banyak orang menjadi pengangguran akibat PHK atau dirumahkan. Selanjutnya, mereka kehilangan tempat tinggal karena tidak mampu membayar sewa kontrakan atau kos. Banyak dari mereka memilih menggelandang di jalan-jalan raya. Sebagian lagi memilih jadi pengemis.
Mengantisipasi dampak krisis itu, Pemkot Jakarta Selatan mengalihfungsi Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Pasar Minggu menjadi tempat tinggal sementara bagi tunawisma yang bermunculan sejak ekonomi mandek akibat wabah Covid-19.
Per 29 April hingga hari ini (Jumat, 1/5/2020), jumlah warga yang tinggal sementara di GOR Pasar Minggu adalah 29 orang terdiri dari 17 laki-laki dan 12 perempuan.
"Tadi pagi ada 12 orang yang dikembalikan kepada keluarganya. Yang tersisa 17 orang," ujar Kepala Suku Dinas Sosial (Sudinsos) Jakarta Selatan, Djafar Muchlisin, Jumat (1/5/2020).
Menurut Djafar, GOR Pasar Minggu memiliki 2 lantai dengan daya tampung 60 orang di lantai dasar dan 40 orang di lantai 2. Total toilet pria dan wanita yang disediakan berjumlah enam unit.
"Kami juga sediakan 50 velbed, 50 kasur dan kipas angin besar yang dipasang di setiap sudut GOR," lanjut Djafar.
Pihaknya juga mendirikan dapur umum di Jalan Raya Margaguna, Gandaria Selatan, Cilandak, untuk kebutuhan makan minum warga yang tinggal sementara di GOR Pasar Minggu.
"GOR ini juga diawasi petugas gabungan yang sudah diatur jadwal piketnya," terang Djafar.

Share this article
GOR Pasar Minggu memiliki 2 lantai dengan daya tampung 60 orang di lantai dasar dan 40 orang di lantai 2. Total toilet pria dan wanita yang disediakan berjumlah enam unit.