JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Pemkot Jakarta Selatan menyambut ajang pemilihan Abang None Jaksel 2020 lewat penyelenggaraan Hijab Run yang rencananya diadakan pada Minggu, 1 Maret 2020.
Wali Kota Jakarta Selatan, Marullah Matali, mengatakan, titik finish Hijab Run di Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, menjadi nilai jual tersendiri bagi wilayah berlambang Rambutan Rapiah dan Burung Gelatik itu.
"Al Azhar bukan milik Jakarta Selatan, bukan juga Jakarta, tapi sudah milik nasional. Trademark sekolah dan masjid sudah diketahui orang banyak. Apalagi bagi orang Timur Tengah, lokasi Al Azhar enggak terlalu sulit untuk ditemui," katanya.
Kepala Sudin Pariwisata Ekonomi Kreatif Jakarta Selatan, Puka Yanuar, menjelaskan, konsep acara itu adalah kolaborasi antara Abang None Jaksel, Pemkot Jakarta Selatan, dan stakeholder yang terlibat di Hijab Run.
"Tujuannya pemberdayaan Abang None, karena mereka bukan sekedar duta pariwisata tapi juga duta ekonomi kreatif. Karena sudah menjadi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, kami juga mengangkat pengusaha hijab," katanya.
AYO BACA : Cek di Sini, Syarat-syarat Pendaftaran Abang None Jakarta Timur 2020
Meskipun mengambil nama Hijab Run, acara ini tidak menutup pintu bagi kaum pria untuk terlibat dalam acara tersebut.
"Laki-laki boleh ikut, karena tidak menutup kemungkinan mereka juga ikut kan. Konsepnya Halal In Diversity. Kami ingin menunjukkan Islam di Jakarta menerima keberagaman. Acara juga bersifat terbuka untuk umum dan tidak ada pungutan alias gratis,” jelasnya.
Panitia Pemilihan Abang None Jakarta Selatan 2020, Adi Kismo, menjelaskan titik awal pelari adalah Kantor Wali Kota Jaksel di Jalan Prapanca, Kebayoran Baru.
"Kemudian naik ke Flyover Antasari dan putaran pertama selesai di daerah blok M, Jalan Raden Fatah 3, lalu masuk ke Masjid Agung Al Azhar," jelasnya.
Pendaftaran Hijab Run dibuka pada 15-27 Februari. Sementara itu pengambilan berkas dan kelengkapan pada 28 Februari.
"500 pendaftar pertama akan mendapatkan tiket dan jersey. Target kita 1.500 peserta yang hadir baik masyarakat, komunitas, siswa sekolah," terangnya.

Share this article
Meskipun mengambil nama Hijab Run, acara ini tidak menutup pintu bagi kaum pria untuk terlibat dalam acara tersebut.