AYOJAKARTA.COM - Kabar gembira datang untuk para pengguna Jalan TB Simatupang dan sekitarnya. Mulai Senin, 27 Oktober 2025, rekayasa lalu lintas di ruas Jalan TB Simatupang – Jalan R.A. Kartini resmi dihentikan.
Setelah lebih dari sebulan diberlakukan sejak 15 September 2025, kini kondisi lalu lintas di kawasan tersebut dinilai semakin lancar dan kondusif. Bersamaan dengan penghentian rekayasa lalu lintas, kanalisasi Gerbang Tol Fatmawati 2 juga tidak lagi diberlakukan.
Keputusan ini diambil setelah rampungnya sejumlah proyek infrastruktur penting yang sempat memengaruhi arus kendaraan di kawasan selatan Jakarta tersebut.
Baca Juga: Mengenang Paus Fransiskus, Menag Nasaruddin Umar Teguhkan Semangat Kemanusiaan di Vatikan
Tercatat ada tiga proyek besar yang kini telah selesai dan berkontribusi langsung terhadap kelancaran lalu lintas di TB Simatupang, yaitu:
- Complete Street Simpang Fatmawati, yang memperbaiki tata ruang jalan agar lebih ramah pejalan kaki dan kendaraan.
- Instalasi perpipaan pengelolaan air bersih oleh PAM Jaya, guna meningkatkan distribusi air bersih bagi warga sekitar.
- Instalasi perpipaan pengelolaan air limbah oleh PAL Jaya, untuk mendukung sanitasi dan lingkungan yang lebih sehat.
Dengan selesainya ketiga proyek ini, kinerja lalu lintas di jaringan jalan TB Simatupang – R.A. Kartini meningkat hingga 25,34%. Tidak hanya kendaraan pribadi yang merasakan manfaatnya, layanan angkutan umum juga mencatat peningkatan performa sebesar 17,81% selama masa rekayasa berlangsung.
Selain itu, jumlah penumpang di Stasiun MRT Jakarta Fatmawati naik 23,97%, menandakan bahwa semakin banyak masyarakat beralih menggunakan transportasi publik.
Baca Juga: Ramai Mikroplastik di DKI Jakarta, DLH: Akan Gencarkan Edukasi Pengelolaan Sampah
Keputusan penghentian rekayasa lalu lintas ini menjadi sinyal positif bagi warga Jakarta Selatan. Setelah berbulan-bulan menghadapi kepadatan akibat proyek konstruksi, kini kawasan TB Simatupang kembali bisa dinikmati dengan arus lalu lintas yang lebih tertata.
Dengan selesainya proyek dan meningkatnya efisiensi transportasi, TB Simatupang bersiap menjadi kawasan strategis dengan mobilitas tinggi yang lebih nyaman dan efisien, kabar baik bagi seluruh “pejuang TB Simatupang” yang setiap hari melintas di jalur ini.***
Share this article
Rekayasa lalu lintas di TB Simatupang–RA Kartini resmi berakhir 27 Oktober 2025 usai 3 proyek rampung. Lalu lintas naik 25,34%, angkutan umum 17,81%, dan penumpang MRT naik 23,97%.