CILANGKAP, AYOJAKARTA.COM – Meskipun kawasan DKI Jakarta telah padat dengan gedung dan permukiman, ternyata bisa tetap produktif menghasilkan produk pertanian yang berkualitas.
Contohnya, kurang lebih 500 kilogram buah melon dipanen dari Agrowisata Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur.
Kepala UPT Pusat Pengembangan Benih dan Proteksi Tanaman Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, Pertanian (KPKP) DKI, Ali Nurdin mengatakan, rata-rata buah melon yang dipanen memiliki berat 1,3 hingga 1,5 kilogram.
“Hasil panen ini kita jual ke distributor dengan harga Rp12 ribu perkilogram dan uangnya dimasukan ke kas daerah,” ujarnya dilansir beritajakarta.id, Selasa (2/9/2020).
AYO BACA : Bikin Jera, Pelanggar Protokol Kesehatan di Pasar Rebo Dimasukkan ke Peti Mati
Ali menyebut, 500 kilogram buah melon tersebut merupakan jenis golden produksi Agrowisata Cilangkap yang sangat diminati masyarakat. Sebab, selain baik untuk kesehatan, melon jenis golden juga memiliki cita rasa manis, renyah dan segar.
Selain melon Agrowisata Cilangkap juga membudidayakan beberapa sayur dan buah. Di antaranya kangkung, bayam merah, bayam hijau, kailan, pakchoy, caisim, melon, dan masih banyak lainnya.
Sementara itu, sayuran buah yang baru ditanam berupa terong telunjuk asal Medan. Untuk melon yang dibudidayakan adalah melon gordes (yang berjaring), melon golden appolo (melon yang berkulit kuning), dan melon hanoi (melon hijau tak berjaring).
Budidaya sayuran hidroponik di Agrowisata Cilangkap ini, membutuhkan waktu sekitar 14 sampai dengan 25 hari sampai siap panen, sedangkan melon perlu waktu selama 75 hari. Setiap hari bisa diproduksi sebanyak 150 hingga 200 kg sayuran, sedangkan melon bisa panen 4 kali dalam setahun. Jika dibandingkan dengan tanaman non-hidroponik, cara ini lebih cepat panen.
AYO BACA : Peringatkan Bahaya Corona untuk Warga Pasar Rebo, Pemkot Jaktim Pasang Tugu Peringatan Covid-19
Sebagai contoh, melon yang normalnya baru panen setelah 90 hari, dengan cara ini bisa panen dalam waktu 75 hari, sedangkan sayuran bisa mencapai 30 hari baru bisa dipanen dengan budidaya konvensional.
Sebelumnya, Dinas KPKP DKI Jakarta, memanen 450 kilogram melon di Agrowisata Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur. Saat itu, Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Darjamuni, mengatakan melalui pola pemanfaatan lahan tersebut sebanyak 300 pohon yang ditanam seluruhnya menghasilkan buah.
“Sebetulnya, penanaman ini masih dalam tahap uji coba, tapi kita bersyukur ternyata membuahkan hasil baik,” ujarnya seperti dikutip dari beritajakarta.id, Selasa (19/2/2019).
Darjamuni menjelaskan, hasil panen tersebut akan dibagikan kepada warga di sekitar Kebun Bibit Agro Wisata Cilangkap sebagai menu tambahan makanan sehat.
"Kualitas melonnya sangat bagus, dan memiliki potensi besar untuk dipasarkan secara luas di kemudian hari,” ujarnya.
Dia menambahkan, Dinas KPKP DKI memiliki 14 kebun bibit yang tersebar di lima wilayah kota, salah satunya di Agro Wisata Cilangkap.
“Seluruh kebun bibit itu akan kita optimalkan lagi untuk menanam berbagai komoditas,” kata Darjamuni.
AYO BACA : Mengenal Konsep BIR Lingkungan Hijau di RT 07 RW 08 Cipinang Besar

Share this article
Contohnya, kurang lebih 500 kilogram buah melon dipanen dari Agrowisata Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur.