CAKUNG, AYOJAKARTA.COM - Kepala Terminal Pulo Gebang Jakarta Timur, Bernard Pasaribu mengatakan, pihaknya sudah menerapkan "corona likelihood metric" (CLM) pada aplikasi JakartaTerkini (Jaki) sebagai pengganti Surat Keluar Masuk (SIKM). Dalam penerapan kebijakan yang berlaku pada calon penumpang tersebut turut dibantu petugas di terminal untuk memudahkan urusan.
Bernand mengatakan, aplikasi tersebut dirasa lebih mudah serta praktis digunakan oleh masyarakat yang melakukan perjalanan menggunakan angkutan umum, khususnya bus. Meski CLM masih dikenal baru di kalangan penumpang bus umum, namun pengelola Terminal Terpadu Pulo Gebang telah memfasilitasi petugas pendamping bagi warga yang membutuhkan.
Proses pengawasan CLM, lanjutnya, dilakukan petugas terminal di Gedung Mezanin Terminal Terpadu Pulo Gebang. Saat ini, gedung tersebut menjadi zona pemberangkatan dan kedatangan penumpang.
AYO BACA : Keluar Masuk Jakarta Tak Perlu SIKM Lagi, Sekarang Pakai Tes CLM, Begini Cara Buatnya
"Aplikasi ini memang baru diterapkan, tapi kita ada petugas pendamping yang siap membantu proses pengajuan CLM," katanya, Kamis (16/7/2020).
Bernard mengatakan, CLM yang terintegrasi pada aplikasi Jakarta Terkini (JAKI) relatif lebih praktis dari SIKM. Alasannya, pemohon hanya tinggal mengikuti prosedur survei kesehatan secara digital melalui tahapan yang disediakan. Sementara SIKM membutuhkan waktu yang cukup panjang hingga pemohon memperoleh surat izin perjalanan.
"Nantinya di akhir survei akan keluar rekomendasi apakah pemohon perlu tes usap tenggorokan atau aman untuk berkendara bus umum," katanya.
AYO BACA : Naik Kereta Lebih Mudah, Tak Perlu SIKM Lagi Cukup CLM
.jpg)
Share this article
"Aplikasi ini memang baru diterapkan, tapi kita ada petugas pendamping yang siap membantu proses pengajuan CLM," katanya, Kamis (16/7/2020).