AYO BACA : Prakiraan Cuaca DKI Senin 30 Maret 2020: Waspadai Hujan PetirAYO BACA : Inggris Lockdown, Seri Silverstone Tak Jelas
JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Kepala Terminal Pulogebang, Afif, mengaku jumlah penumpang di Terminal Bus Terpadu Sentra Timur Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur merosot drastis. Anjloknya penumpang di terminal pintu masuk dan keluar Jakarta itu diperkirakan akan terus terjadi hingga waktu yang belum bisa ditentukan.
"Persentase kedatangan penumpang minus 56,22%, sementara kendaraan yang masuk Pulogebang juga minus 45,16%," kata Afif, Senin (30/1/2020). Angka tersebut merupakan data yang dihimpun selama Maret ini.
Sementara untuk arus keberangkatan dari Terminal Pulogebang juga mengalami penurunan hingga 25% lebih.
"Persentase keberangkatan kendaraan minus 29,94%, penumpang minus 25,99%," lanjutnya.
Angka ini diprediksi akan terus menurun. Terlebih, Dinas Perhubungan Pemprov DKI Jakarta telah menerbitkan surat penghentian operasi sementara bagi seluruh perusahaan bus antar dan jemput, antar provinsi serta bus pariwisata mulai Senin (30/3/2020) pukul 18.00 WIB.
Surat bernomor 1588/-1.819.611 yang diteken Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo itu ditujukan untuk Ketua DPD Organda Provinsi DKI Jakarta, para Pimpinan Perusahaan Angkutan Umum Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), para Pimpinan Perusahaan Angkutan Umum Bus Antar Jemput Antar Provinsi (AJAP), dan Para Pimpinan Perusahaan Angkutan Umum Bus Pariwisata.
Untuk memuluskan kebijakan tersebut, Dishub DKI menyiapkan sejumlah sanksi yang sudah disiapkan apabila para pemilik perusahaan tetap beroperasi di tengah pandemi Virus Corona atau Covid-19.
AYO BACA : BMKG: Kabupaten Bogor Cerah Pagi Hari, Siang dan Malam Diguyur Hujan
Share this article
JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Kepala Terminal Pulogebang, Afif, mengaku jumlah penumpang di Terminal Bus Terpadu Sentra Timur Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur merosot drastis. Anjloknya penumpang di terminal pintu masuk dan keluar Jakarta itu diperkirakan akan terus terjadi hingga waktu yang belum bisa ditentukan. "Persentase kedatangan penumpang minus 56,22%, sementara kendaraan yang masuk Pulo Gebang juga minus 45,16%," kata Afif, Senin (30/1/2020). Angka tersebut merupakan data yang dihimpun selama Maret ini.