JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Tim respons Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa terus berjibaku menangani masyarakat korban banjir yang membutuhkan evakuasi dan bantuan.
Kawasan bantaran Kali Ciliwung menjadi area operasi pertama. Kemudian Cipinang Melayu, Cawang, Bekasi, Pulo Mas, dan Tangerang, menjadi wilayah sasaran respons darurat tim DMC Dompet Dhuafa saat ini.
"Hujan deras kembali mengguyur dalam waktu yang lama. Pantauan di lapangan banyak didapati titik-titik banjir. Maka kami terus bergerak untuk merespons masyarakat terdampak. Evakuasi menjadi tujuan pertama, kemudian dapur keliling dan layanan kesehatan sudah dipersiapkan untuk bergerak segera," jelas Direktur DMC Dompet Dhuafa, Benny, Selasa (25/2/2020).
Tim Dompet Dhuafa yang turun ke lokasi banjir dilengkapi peralatan evakuasi seperti perahu karet, perlengkapan keamanan diri, hingga mobil rescue.
"Selain menurunkan tim rescue, Dompet Dhuafa sudah menerjunkan serta mengadakan aksi layanan kesehatan dari Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) dan dapur keliling yang telah terjun di Pos Pengungsian Banjir Ciliwung di RW 08 Kelurahan Cawang, Jakarta Timur," lanjut Benny.
Sejauh ini tim DMC sudah terjun di 4 wilayah kotamadya DKI Jakarta, yakni Jakarta Barat dengan 2 titik, Jakarta Pusat 5 titik, Jakarta Timur 8 titik dan Jakarta Utara 1 titik.
Tim DMC menyediakan kebutuhan darurat untuk saat ini berupa evakuasi, makanan pokok, matras atau tikar dan air konsumsi.
Sampai hari ini, Dompet Dhuafa sudah menerjunkan 14 personel respons, 2 mobil rescue, 3 perahu karet, 1 mobil ambulance, 1 truk dapur keliling dan 1 truk unimog.
Berdasar data yang diperoleh Dompet Dhuafa, jumlah pengungsi di Masjid Borobudur, Cipinang Melayu, Jakarta Timur adalah 137 Kepala Keluarga, 506 Jiwa, 255 Pria, 241 Perempuan, 58 Balita, 20 Lansia dan 5 Ibu Hamil.

Share this article
Tim DMC menyediakan kebutuhan darurat untuk saat ini berupa evakuasi, makanan pokok, matras atau tikar dan air konsumsi.