JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Kelangkaan pasokan cabai rawit merah dari daerah penghasil mengakibatkan kenaikan harga komoditas itu di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.
"Untuk harga yang cukup tinggi hanya jenis rawit merah saja, itu karena harga perolehan dari daerah sudah tinggi dan kelangkaan akan cabai jenis rawit merah itu sendiri," ujar Kepala Pasar Induk Kramat Jati, Agus Lamun, Kamis (23/1/2020).
Pasokan komoditas cabai ke Pasar Induk Kramat Jati sebagian besar datang dari beberapa daerah penghasil di Pulau Jawa.
Di kalangan pedagang Pasar Induk Kramat Jati, cabai rawit merah dijual seharga Rp 85.000 per kilogram atau naik dari harga normal Rp 15.000-Rp 22.000 per kilogram.
AYO BACA : Harga Cabai Melangit, Pemprov DKI Gelar Program Cabenisasi
Para pedagang dan konsumen sama-sama mengeluhkan lonjakan harga yang ekstrem itu.
"Omzet jualan turun setengahnya sejak awal pekan ini," kata pedagang cabai di blok sayur-mayur Pasar Kramat Jati, Ombot (47) .
Konsumen yang juga pedagang masakan Padang, Ricky Fachiroz, mengakui dirinya sudah beralih ke jenis cabai merah keriting setelah harga cabai rawit merah melangit.
"Kebetulan harganya (cabai merah keriting) masih wajar. Mungkin cuma sedikit mengurangi rasa pedas di masakan saja," ujarnya.

Share this article
Kelangkaan pasokan cabai rawit merah dari daerah penghasil mengakibatkan kenaikan harga komoditas itu di Pasar Induk Kramat Jati.