JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Polisi menangkap pelaku pelecehan seksual meremas bokong perempuan yang aksinya terekam CCTV di Gang Mulia, kawasan Otista, Jatinegara.
"Pelaku sudah tertangkap, perkara sudah dilimpahkam ke Polres Metro Jakarta Timur," kata Kapolsek Jatinegara, Kompol Dharmo, kepada wartawan.
Kasus ini heboh setelah polisi sebelumnya menangkap pelaku "begal payudara" di Bekasi, Jawa Barat. Aksi "begal bokong" ini viral setelah diunggah akun Instagram @warung_jurnalis kemarin.
Dalam video bertanggal 17 Januari 2020 itu terlihat seorang pria berhelm putih berkendara sepeda motor Honda Scoopy hitam mendekati perempuan yang berjalan sendirian di gang sepi dan meremas bokongnya. Korban terkejut dan sempat berusaha mengejar pelaku hingga ujung gang namun tidak berhasil.
Sekretaris RW 08 (tempat kejadian perkara), Asep, mengungkapkan, berdasarkan pantauan CCTV diketahui bahwa pelaku sudah berada di Gang Mulia sejak pukul 08.00 WIB.
"Kalau dilihat di CCTV itu, jam 8-an sudah di sini, dia mondar-mandir," kata Asep kepada Suara.com, Selasa (21/2/2020).
AYO BACA : Polisi Tangkap Begal Payudara di Bekasi
Diketahui juga bahwa pelaku sempat menyasar seorang perempuan lain, namun gagal karena ada pemotor yang melintas. Setelah gagal, ia sempat melepas helm dan duduk di pos RW, bahkan sempat minum kopi di sana.
Selang satu jam, sekitar pukul 09.00 WIB, pelaku mendapati seorang mahasiswi berjalan sendiri. Barulah ia berhasil memegang bokong mahasiswi tersebut dan langsung kabur.
"Cewek itu sempat teriak, mengejar pelaku, tapi tak tertangkap, terus lari ke sini (Rumah Pak RT), menangis kaget, mau kami bantu lapor ke polisi tapi dia tak mau, masih trauma mungkin," jelas Asep.
Asep mengakui lokasi itu kerap menjadi tempat tindak kriminal seperti penjambretan hingga pelecehan seksual. Bahkan, menurutnya kejadian seperti itu kerap terjadi sejak tahun 1980-an.
"Di sini emang sering kejadian kayak begitu, sudah dari tahun 80an, pokoknya semenjak jalan dari Kebon Nanas tembus ke sini kan itu tahun 79 kalau enggak salah, setelah itu pokoknya sering kejadian kayak begitu," ungkapnya.
Karena kejadian kriminal yang berulang, pihak RT dan RW berinsiatif memasang kamera CCTV sampai berjumlah 5 unit dalam setahun terakhir.
Selain CCTV, pengurus RW juga menggelar ronda malam hingga penutupan portal agar jalan alternatif itu tak dilewati sembarang orang selain warga.
AYO BACA : Ibu-ibu Gendong Anak Jadi Sasaran Empuk Si Begal Payudara

Share this article
Asep mengakui lokasi itu kerap menjadi tempat tindak kriminal seperti penjambretan hingga pelecehan seksual. Bahkan, menurutnya kejadian seperti itu kerap terjadi sejak tahun 1980-an.