AYOJAKARTA.COM - Transformasi limbah domestik menjadi energi bersih kini bukan lagi sekadar wacana.
Di Gang Delta, Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, program uji coba pengolahan limbah rumah tangga berhasil menghasilkan biogas yang dapat dimanfaatkan warga untuk aktivitas memasak sehari-hari.
Teknologi ini mengubah septic komunal menjadi sumber energi terbarukan, sekaligus memperkuat sistem sanitasi berkelanjutan di kawasan padat penduduk.
Biogas tersebut menjadi rejeki nomplok bagi warga RT 4 RW 8. Dengan memanfaatkan gas hasil penguraian limbah organik, pengeluaran rumah tangga untuk membeli elpiji dapat ditekan signifikan.
Perhitungan teknis awal menunjukkan bahwa penggunaan biogas dapat menghemat biaya bahan bakar memasak hingga ±Rp1,2 juta per tahun per keluarga.
Efek lanjutan lainnya adalah meningkatnya kemandirian energi di tingkat komunitas dan berkurangnya ketergantungan pada energi berbasis fosil.
Bagaimana Sistemnya Bekerja?
Septik komunal merupakan sistem pengolahan limbah cair yang digunakan beberapa rumah secara kolektif.
Limbah domestik dialirkan menuju instalasi pengolahan yang memisahkan padatan dan cairan sebelum didegradasi oleh bakteri anaerob.
Pada tahap ini terbentuk gas metana dan gas lain yang bisa dimanfaatkan sebagai energi, atau lebih dikenal sebagai biogas.
Model septic komunal ini memberikan beberapa keuntungan dibanding sistem individual: efisiensi lahan, efisiensi biaya, dan kontrol sanitasi yang lebih optimal.
Dalam konteks lingkungan urban seperti Jakarta, pendekatan kolektif juga memperkuat tata kelola limbah dan mencegah praktik buang air besar sembarangan (BABS).
Manfaat Lingkungan dan Sosial
Program septic komunal penghasil biogas dinilai strategis karena memberi dampak multi-dimensi.
Pertama, memperkuat sanitasi dan kesehatan lingkungan dengan memastikan limbah rumah tangga dikelola hingga hilir.
Kedua, menghasilkan energi terbarukan yang dapat dipakai warga. Ketiga, membantu efisiensi pengelolaan limbah di kawasan perkotaan yang padat.
Keempat, mendorong penghematan biaya keluarga dalam jangka panjang. Kelima, mendukung target pengurangan emisi sektor limbah.
Teknologi biogas di Pekayon juga membantu menyelesaikan isu BABS yang masih ditemukan di sebagian kawasan urban.
Tercatat 58 kepala keluarga atau sekitar 189 jiwa terhubung ke 10 tungku septik komunal penghasil biogas.
Program uji coba ini telah diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Pemerintah berharap model serupa dapat direplikasi di wilayah lain untuk mempercepat transisi menuju kota yang lebih bersih, hemat energi, dan berkelanjutan.***
Share this article
Biogas dari septic komunal di Pekayon mengubah limbah jadi energi bersih untuk memasak. Warga hemat hingga Rp1,2 juta/tahun, sanitasi membaik, BABS berkurang, dan jadi model energi terbarukan.