Sebanyak 4.625 KK Kampung Tanah Merah Jakut Bakal Dialiri Air PAM Jaya
KOJA, AYOJAKARTA - Sebagai jalan tengah untuk menyelesaikan masalah bangunan yang status legalnya belum tuntas, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyerahkan izin mendirikan bangunan (IMB) Kampung Tanah Merah, Koja, Jakarta Utara.
Perizinan yang ditetapkan dalam Keputusan Gubernur Nomor 878 Tahun 2018 tentang Gugus Tugas Pelaksanaan Penataan Kampung dan Masyarakat ini agar warga yang puluhan tahun berhuni di kawasan tersebut dapat mengakses fasilitas pemerintah, seperti pelayanan listrik dan air.
"Terdapat sekitar 4.625 KK di Kampumg Tanah Merah yang ditargetkan akan dipasang sambungan pelanggan oleh PAM Jaya," ujar Anies melalui akun Instagram pribadinya @aniesbaswedan, Senin (18/10/2021).
Orang nomor satu di ibu kota itu menjelaskan, saat ini terdapat 1.211 sambungan pelanggan yang dialiri air. Ia juga menyebutkan, pipa bakal dipasang untuk area Kampung Tanah Merah sepanjang 35.124 m dan yang sudah terpasang saat ini sepanjang 11.038 m.
"Selama ini warga di Kampung Tanah Merah dialiri air melalui sistem master meter, namun sekarang sudah ada sambungan langsung ke rumah warga di sana," jelasnya.
Selain mendapat fasilitas air, Anies memastikan kelayakan berbagai infrastuktur lainnya, seperti 3,1 kilometer betonisasi jalan lingkungan, sistem drainase U-ditch beton, septic tank komunal, 6 (enam) gapura, hingga taman vertikal yang dibangun melalui program Community Action Plan (CAP) dan Collaborative Implementation Program (CIP).
"Termasuk mendirikan Kampung Asuh Yayasan Himmata, meresmikan Masjid Al Asyaroh di RW 10 Kelurahan Rawa Badak Selatan, Koja, dan meresmikan pembangunan Jembatan Kali Betik yang menyambungkan Kampung Tanah Merah dan Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara," pungkasnya.
Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih
cepat
Share this article
Sebanyak 4.625 KK Kampung Tanah Merah Jakut Bakal Dialiri Air PAM Jaya Sebagai jalan tengah untuk menyelesaikan masalah bangunan