JAKARTA UTARA, AYOJAKARTA.COM -- Letak geografis Jakarta Utara yang berada di pesisir laut tergolong rentan mengalami penurunan permukaan tanah.
Penggunaan air tanah secara berlebihan di lapisan terdalam juga menjadi salah satu penyebabnya. Permasalahan tersebut harus segera diantisipasi dengan melibatkan semua unsur termasuk warga Jakut.
''Bukan cuma di Jakarta Utara saja yang rentan terjadinya penurunan tanah tapi juga di wilayah lainnya. Kalau tidak segera diantisipasi akan berdampak untuk ke depannya. Langkah awal yang harus dilakukan adalah meningkatkan kesadaran kepada semua untuk bersama-sama mengendalikan penggunaan air tanah,'' jelas Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakut Suroto dalam sosialisasi penanggulangan penurunan tanah bersama tim proyek Japan Internasional Cooperation Agency (JICA) di Kantor Wali Kota Jakut, Selasa (5/11/2019).
AYO BACA : Waspada Potensi Pergerakan Tanah Selama Musim Hujan
Selama ini, untuk menanggulangi terjadinya penurunan tanah, Pemprov DKI Jakarta telah melakukan berbagai upaya diantaranya pengendalian penggunaan air tanah, monitoring penurunan muka tanah, monitoring level muka tanah, pembuatan patok benchmark sebagai titik tetap, konservasi air tanah, pembangunan tanggul laut, naturalisasi dan normalisasi sungai. Kemudian bekerja sama dengan kementerian terkait dan instansi terkait.
Kepala Seksi Geologi Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta Togas Braini menambahkan, beberapa faktor penyebab penurunan muka tanah yaitu kompaksi alamiah dari lapisan alluvial yang relatif berumur muda atau kuarter. Lalu pengambilan air tanah yang berlebihan, pembebanan dari bangunan dan tektonik.
Acara sosialisasi sendiri dihadiri oleh Deputi Tim Leader JICA Naoto Mizuno dan Ketua Pokja Peningkatan JICA Teppei Tsurubuchi yang memaparkan materi The Project for Promoting Countermeasures Against Land Subsidence in Jakarta.

Share this article
Letak geografis Jakarta Utara yang berada di pesisir laut tergolong rentan mengalami penurunan permukaan tanah.