JAKARTAUTARA, AYOJAKARTA.COM -- Untuk bisa mengembalikan kejernihan Teluk Jakarta diperlukan sedikitnya 450 ton kulit kerang.
Kejernihan air laut Teluk Jakarta memang tidak seperti di kawasan pulau-pulau terluar di Indonesia lainnya. Hal ini menjadi komitmen Taman Impian Jaya Ancol untuk bisa mengembalikan keindahan habitat bahari di Teluk Jakarta.
Manajer Konservasi Ancol Yus Anggoro mengatakan, kondisi air laut Teluk Jakarta saat ini seperti halnya hutan gundul tanpa adanya pepohonan sebagai tiang ekosistem.
Kerang hijau yang berada di dasar laut Teluk Jakarta yang berfungsi memfilterasi air kini telah tertutup lumpur. Oleh karenanya merestorasi kerang hijau diyakini sebagai salah satu solusi paling tepat.
"Dasar laut yang awalnya lumpur gak ada kehidupan seperti hutan gundul, begitu kita tebar kulit kerang hijau akhirnya tumbuh tuh kerang-kerang hijau baru," tuturnya di Monumen Ancol, Jakarta Utara, Minggu (6/9/2019).
Kulit kerang yang tersebar akan menciptakan kehidupan ekosistem baru, yang dimulai dengan kehadiran kepiting baru hingga menjadi sumber habitat baru ikan-ikan.
AYO BACA : Usaha Ancol Restorasi Teluk Jakarta Dengan Tebar 3 Ton Kerang Hijau
"Ketika kerang hijau itu mulai tumbuh muncul pertama kali adalah kepiting batu karena dia makan si kerang hijau, jadi sumber makanan, kemudian muncul juga ikan-ikan lain karena gugusan kerang hijau jadi struktur untuk meletakkan telur merawat anak-anak ikan," jelas dia.
Yus menyebutkan, Teluk Jakarta diperkirakan menampung total 110 juta liter air laut, sehingga untuk mengembalikan ekosistem aslinya diperlukan 450 ton kulit kerang hijau.
"450 ton itu kita nggak bisa beli tapi kita berencana kita menumbuhkan secara alami di bawah (dasar laut)," imbuhnya.
Berdasarkan catatan LIPI pada 2018, setiap hari sebanyak 21 ton sampah mengalir dari 13 sungai yang bermuara ke Teluk Jakarta serta membawa buangan limbah cair dari pemukiman, perkotaan, maupun industri.
Sementara hasil penelitian pakar kelautan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), beberapa tahun lalu menunjukkan air laut di Teluk Jakarta mengandung silikat sebesar 52.156 ton, fosfat 6.741 ton, dan nitrogen 21.260 ton, yang menjadi habitat kerang hijau.
Padahal, fungsi kerang hijau (perna viridis) sebagai filter feeder atau penyaring alami dari perairan laut yang dapat memperbaiki kualitas air. Kembalinya populasi kerang hijau di wilayah pesisir akan berdampak positif pada meningkatnya kualitas air dan biodiversitas serta jumlah biota yang ada di perairan Ancol.

Share this article
Kerang hijau yang berada di dasar laut Teluk Jakarta yang berfungsi memfilterasi air kini telah tertutup lumpur. Oleh karenanya merestorasi kerang hijau diyakini satu solusi paling tepat.