AYOJAKARTA.COM - National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) adalah proyek strategis pemerintah yang bertujuan melindungi Jakarta dari ancaman banjir rob sekaligus mendukung kesejahteraan warga.
Program ini merupakan kerja sama antara Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Hingga September 2025, pembangunan tanggul pengaman pantai NCICD Fase A di segmen Sunda Kelapa – Asahimas telah mencapai panjang 1,2 kilometer dengan progres sekitar 78%.
Baca Juga: ASUS Punya Senjata Baru! Laptop AI 45+ TOPS Hadir dengan Performa di Luar Dugaan
Saat ini, proyek sedang memasuki tahap capping beam, yaitu struktur pengikat antar tanggul untuk memperkuat kestabilan spoon pile. Pekerjaan ini ditargetkan rampung pada akhir Oktober 2025.
Hasan, staf Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, menjelaskan bahwa proyek ini sudah berjalan hampir dua tahun.
“Sekarang panjang tanggul di lokasi Asahimas adalah 1,2 km dengan progres 78%. Saat ini sedang dilakukan pekerjaan capping beam yang akan selesai akhir Oktober 2025,” ujarnya.
Banjir rob di Jakarta semakin parah dari tahun ke tahun. Faktor utamanya antara lain penurunan muka tanah (land subsidence) akibat penggunaan air tanah berlebihan, kenaikan permukaan air laut karena perubahan iklim, serta sistem drainase kota yang kurang memadai.
Baca Juga: Apakah Ada Potensi Banjir Rob Jakarta Oktober 2025? Dinas SDA Beri Jawaban
Masalah ini diperparah oleh minimnya area resapan air di kawasan perkotaan. Dengan kondisi tersebut, NCICD hadir sebagai solusi jangka panjang.
Proyek ini tidak hanya bertujuan menahan masuknya air laut ke daratan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi adaptasi perubahan iklim.
Sejak diinisiasi pada 2014, NCICD terus berjalan bertahap. Pada 2023, Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta telah membangun tanggul pantai dan muara sungai sepanjang 8,2 km.
Tahun 2024, pembangunan berlanjut di segmen Muara Angke (Pantai Timur) dan Pantai Mutiara dengan panjang tambahan 0,5 km.
Ke depan, tanggul lepas pantai direncanakan tidak hanya berfungsi sebagai pelindung, tetapi juga bisa dikembangkan menjadi kawasan ekonomi baru dan pemukiman.
Meski menjanjikan perlindungan besar bagi jutaan warga Jakarta, proyek NCICD tidak lepas dari tantangan. Biaya pembangunan yang sangat besar, dampak lingkungan, hingga potensi penggusuran warga menjadi isu yang perlu diselesaikan secara transparan.
Dengan keterlibatan masyarakat dan pengawasan publik, NCICD diharapkan dapat benar-benar menjadi benteng kuat Jakarta dari ancaman banjir rob sekaligus membuka peluang pembangunan berkelanjutan.***

Share this article
Proyek NCICD fase A di segmen Sunda Kelapa–Asahimas capai 78% dengan panjang 1,2 km. Target selesai capping beam Oktober 2025, diharapkan jadi solusi banjir rob Jakarta.