TEBET, AYOJAKARTA.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu membuka lokasi wisata Pusat Budidaya dan Konservasi Laut (PBKL).
Wisata edukasi dan konservasi tersebut terletak di Pulau Tidung Kecil, Kelurahan Pulau Tidung, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan.
Namun, pembukaan PBKL tersebut tetap dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19. Kepala Satuan Pelaksana (Kasatlak) Konservasi Laut PBKL Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Cecep Hermawan, mengatakan bahwa PBKL sebenarnya sudah satu pekan ini dibuka, seiring mengikuti kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi.
"Pembukaan lokasi wisata ini juga sesuai dengan keputusan dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta. Kami secara ketat menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19," ujarnya, dilansir dari beritajakarta.id, Kamis (29/10/2020).
Cecep menjelaskan, setiap wisatawan akan diperiksa suhu tubuhnya, wajib memakai masker, serta diminta rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir.
"Sarana cuci tangan sudah kami siapkan. Kami juga secara rutin melakukan penyemprotan disinfektan," jelasnya.
Dia menambahkan, untuk area wisata yang bisa dieksplorasi wisatawan di Pulau Tidung Kecil di antaranya, rumah Paus, kebun pembibitan mangrove maupun karang, makam bersejarah, taman ecopark, gazebo, pusat penangkaran penyu, area pembibitan, area perkemahan, serta jogging track sepanjang 1.200 meter dengan pemandangan perpaduan antara pantai dan hutan.
Sebelum ke Pulau Tidung Kecil, wisatawan akan melewati Jembatan Cinta di Pulau Tidung Besar yang merupakan salah satu ikon wisata Kepulauan Seribu.
Jembatan Cinta ini menjadi penghubung antara Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil.
"Selama disiplin menerapkan protokol kesehatan, kita berharap semua bisa berwisata dengan aman dan sehat," tandasnya.

Share this article
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu membuka lokasi wisata Pusat Budidaya dan Konservasi Laut (PBKL).