KEPULAUAN SERIBU, AYOJAKARTA.COM -- Kegiatan menabung sampah menjadi perhatian utama para pelajar di Kelurahan Pulau Tidung karena mampu meraih nilai ekonomi.
Gerakan menabung sampah dilakukan pelajar SMK Negeri 61 dan SMP Negeri 241 Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Selatan.
Koordinator Bank Sampah SMK Negeri 61 Muzayanah mengatakan, program yang diinisiasi Bank Nasional Indonesia (BNI) melalui gerakan Ayo Menabung Dengan Sampah itu mendapat respons positif dari sekolah dan Kelurahan Pulau Tidung. Di mana sebelumnya para nasabah menabung dan dicatat secara manual kini masing-masing telah memiliki rekening dan ATM BNI sehingga hasil menabung sampah langsung ditransfer ke rekening nasabah melalui mesin electronic data capture (EDC).
''Meskipun baru sedikit nilai transaksinya yang terpenting adalah kesadaran dan semangat siswa dalam mengurangi sampah plastik,'' katanya, Sabtu (2/11/2019).
Muzayanah menjelaskan, keterlibatan para siswa dilakukan karena pihak sekolah melarang kantin dan pedagang di sekitar sekolah menjual makanan serta minuman dalam kemasan plastik.
''Tetap saja ada yang menabung sampah meski hanya nominal Rp 8-10 ribu per hari. Mereka rata-rata membawa sampah dari luar. Kalau dari sekolah hampir tidak ada sampah yang bisa ditabung,'' ujarnya.
Koordinator Bank Sampah SMP Negeri 241 Sauri menambahkan, hampir seluruh siswa yang menjadi nasabah kini telah memiliki rekening dan ATM Bank BNI. Sehingga menambah semangat dan antusiasme siswa lain untuk menabung sampah.
''Jika dihitung per minggu rata-rata transaksinya bisa mencapai Rp 50 ribu. Siswa senang dengan adanya transaksi non tunai, uang aman dan terkumpul di bank,'' jelasnya.

Share this article
Kegiatan menabung sampah menjadi perhatian utama para pelajar di Kelurahan Pulau Tidung karena mampu meraih nilai ekonomi.