AYOJAKARTA.COM -- Doa Malam Lailatul Qadar menjadi amalan penting bagi umat Islam, khususnya saat memasuki 10 malam terakhir bulan Ramadhan.
Malam yang disebut lebih baik dari seribu bulan ini merupakan waktu yang penuh kemuliaan, di mana pintu-pintu ampunan Allah SWT terbuka lebar.
Rasulullah SAW pun memberikan tuntunan doa khusus yang bisa diamalkan agar mendapat keutamaan malam tersebut.
Keutamaan Malam Lailatul Qadar
Malam Lailatul Qadar disebut dalam Al-Qur’an sebagai malam penuh keberkahan dan lebih baik dari seribu bulan (QS. Al-Qadr: 3).
Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, dzikir, serta memanjatkan doa malam Lailatul Qadar sebagai wujud harapan atas ampunan dan rahmat Allah SWT.
Baca Juga: Doa Malam Lailatul Qadar, Lakukan 5 Amalan Ini di 10 Hari Ganjil Terakhir Ramadan
Doa Malam Lailatul Qadar Sesuai Sunnah
Ustadz Alhafiz Kurniawan, Wakil Sekretaris LBM PBNU, menjelaskan bahwa doa malam Lailatul Qadar ini bersumber dari hadits Nabi Muhammad SAW ketika Sayyidah Aisyah RA bertanya tentang amalan di malam tersebut.
Rasulullah SAW kemudian mengajarkan doa yang sangat ringkas namun penuh makna.
Berikut ini dua redaksi doa malam Lailatul Qadar yang masyhur diamalkan di masjid-masjid, terutama saat malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadhan:
Doa Pertama (Riwayat Imam At-Tirmidzi)
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allāhumma innaka ‘afuwwun karīmun tuḥibbul ‘afwa fa‘fu ‘annī
(‘annā jika dibaca berjamaah)
Artinya: "Ya Allah, sungguh Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Pemurah, Engkau mencintai pemaafan. Maka, maafkanlah aku (maafkanlah kami)."
Doa Kedua (Riwayat Imam Hadits, Kecuali Abu Dawud)
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allāhumma innaka ‘afuwwun tuḥibbul ‘afwa fa‘fu ‘annī
(‘annā jika dibaca berjamaah)
Artinya: "Ya Allah, sungguh Engkau Maha Pemaaf. Engkau mencintai pemaafan. Maka, maafkanlah aku (maafkanlah kami)."
Baca Juga: Mau Mudik Belum Ganti Oli? Kenali Perbedaan Oli Palsu dan Oli Asli
Waktu Terbaik Membaca Doa Malam Lailatul Qadar
Menurut mayoritas ulama Mazhab Syafi’i, malam Lailatul Qadar diyakini terjadi di antara 10 malam terakhir Ramadhan, terutama di malam-malam ganjil seperti malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29.
Maka dari itu, sangat dianjurkan untuk membaca doa malam Lailatul Qadar setiap malam pada periode tersebut, sembari memperbanyak ibadah lainnya seperti shalat malam, tadarus Al-Qur’an, dan sedekah.
Ustadz Alhafiz menambahkan, “Nabi SAW memperbanyak ibadah di 10 malam terakhir Ramadhan, sebagai isyarat pentingnya menghidupkan malam-malam itu dengan doa, dzikir, dan amalan saleh lainnya.”
Mengamalkan doa malam Lailatul Qadar bukan hanya sebagai ibadah lisan, tetapi juga bentuk permohonan hati yang tulus agar Allah menghapus dosa-dosa kita.
Share this article
Doa Malam Lailatul Qadar menjadi amalan penting bagi umat Islam, khususnya saat memasuki 10 malam terakhir bulan Ramadhan.