AYOJAKARTA.COM -- Sebagian orang kerap menghindari waktu-waktu tertentu untuk melangsungkan pernikahan karena dianggap membawa sial. Salah satu bulan yang sering menjadi perdebatan adalah bulan Syawal.
Pada masa jahiliyah, masyarakat Arab meyakini bahwa menikah bulan Syawal merupakan hal yang tidak membawa keberkahan. Namun, pandangan ini ditepis langsung oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Sebagai bentuk penolakan terhadap keyakinan tersebut, Rasulullah SAW justru menikahi Sayyidah Aisyah di bulan Syawal dan menjalani kehidupan rumah tangga pertama kali juga pada bulan yang sama.
Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada larangan, bahkan terdapat anjuran untuk menikah di bulan Syawal.
Baca Juga: Lebaran Idulfitri Kapan? Sabar, Sidang Isbat Baru Akan Digelar 29 Maret 2025
Berikut kutipan hadits yang menjadi landasan:
"Dari Aisyah RA, ia berkata, 'Rasulullah SAW menikahiku pada bulan Syawal dan menggauliku juga pada bulan Syawal. Maka, istri mana dari beliau SAW yang lebih beruntung dan lebih dicintai selain aku?'" (HR. Bukhari dan Muslim).
Imam Nawawi, salah satu ulama terkemuka dalam mazhab Syafi’i, menegaskan bahwa hadits tersebut menjadi dasar anjuran menikah bulan Syawal. Ia menyebutkan bahwa pernyataan Sayyidah Aisyah bertujuan untuk membantah kepercayaan jahiliyah yang menganggap makruh menikah, menikahkan, atau berhubungan suami-istri di bulan Syawal.
Imam Nawawi juga menjelaskan bahwa anggapan buruk tentang bulan Syawal berasal dari kesalahan persepsi masyarakat jahiliyah terhadap nama "Syawal", yang dikaitkan dengan kata "isyalah" (mengangkat), yang mereka takuti bisa membawa perpisahan atau sial.
"Hadits ini menunjukkan sunnah menikah dan menikahkan di bulan Syawal, dan para ulama mazhab Syafi’i pun berpendapat demikian. Aisyah RA menyampaikan ini untuk menepis tradisi jahiliyah dan kekeliruan sebagian orang awam yang menganggap makruh menikah di bulan tersebut. Padahal, anggapan itu batil dan tidak berdasar."
Waktu Terbaik Menikah dalam Islam
Berdasarkan keterangan di atas, dapat disimpulkan bahwa menikah bulan Syawal bukan hanya dibolehkan, melainkan dianjurkan, selama tidak ada halangan atau alasan tertentu.
Namun, bukan berarti bulan lain tidak baik untuk menikah. Islam tidak membatasi waktu khusus untuk menikah, selama syarat dan rukunnya terpenuhi.
Sebagai tambahan, dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW juga menikahkan putrinya, Sayyidah Fathimah, dengan Ali bin Abi Thalib RA pada bulan Shafar. Ini menunjukkan bahwa menikah di bulan selain Syawal pun diperbolehkan dan bisa menjadi waktu yang tepat, tergantung kesiapan pasangan.
"Dianjurkan menikah di bulan Syawal apabila memungkinkan, namun jika ada alasan kuat untuk menikah di bulan lain, maka tetap dianjurkan. Bahkan, anjuran menikah di bulan Shafar juga sahih sebagaimana Nabi SAW menikahkan putrinya pada bulan tersebut." (Hasyiyatus Syirwani, Juz VII: 189-190).
Baca Juga: Bingung Cari HP Buat Foto-Foto Lebaran? Poco F7 5G Sudah Dilengkapi Fitur OIS dan EIS
Dari penjelasan para ulama dan sunnah Rasulullah SAW, dapat disimpulkan bahwa bulan Syawal adalah bulan yang baik dan dianjurkan untuk menikah, bukan bulan sial seperti yang diyakini sebagian orang di masa lampau.
Namun demikian, pelaksanaan pernikahan tetap menyesuaikan kesiapan pasangan dan kondisi lainnya.
Share this article
Pada masa jahiliyah, masyarakat Arab meyakini bahwa menikah bulan Syawal merupakan hal yang tidak membawa keberkahan.