AYOJAKARTA.COM - Dalam khutbah Idul Adha yang penuh makna, Ustadz Bitoh Purnomo, Lc., MA menyampaikan refleksi mendalam tentang kisah Nabi Ibrahim dan putranya Ismail yang menjadi fondasi perayaan Idul Adha.
Beliau menjelaskan bagaimana perjalanan spiritual Nabi Ibrahim dimulai dari kerinduan seorang ayah akan kehadiran anak.
"Sudah barang tentu Sayyidina Ibrahim dan Sayyidah Khadijah menginginkan kehadiran anak dan keturunan, keinginan ini terus diutarakan oleh Nabi Ibrahim dalam munajatnya: Robbi habli minassholihin - ya Allah, Duhai Tuhanku anugrahkan aku keturunan," ujar Ustadz Bitoh menggambarkan doa yang tulus dari seorang bapak.
Baca Juga: Setelah Periksa 39 Saksi, Polisi Tutup Kasus Ijazah Jokowi , Bareskrim: 'Asli'
Setelah penantian yang panjang, Allah mengabulkan doa tersebut dengan kelahiran Ismail, sang putra yang lembut budi pekertinya.
Namun ketika Ismail mulai dewasa dan menjadi teman perjalanan ayahnya, datanglah ujian terberat yakni perintah Allah untuk menyembelih sang anak yang telah dinantikan bertahun-tahun.
Momen puncak ujian tersebut digambarkan dengan sangat menyentuh oleh Ustadz Bitoh ketika menceritakan dialog antara ayah dan anak.
"Tatkala Ismail mulai tumbuh dewasa, Ibrahim berkata kepada anaknya: 'Duhai anakku, Allah telah memerintahkanku untuk menyembelih, maka berikanlah pendapatmu,'" kutip beliau dari kisah tersebut.
Baca Juga: TASPEN Umumkan Gaji ke-13 untuk Pensiunan PNS Cair Mulai 2 Juni 2025, Simak Syarat dan Rinciannya
Tanpa ragu, Ismail menjawab dengan keikhlasan total: "Hai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan Allah, Insyaallah engkau akan dapati anakku ini termasuk orang-orang yang sabar."
Ustadz Bitoh menekankan bahwa ketika kedua nabi tersebut - Ibrahim dan Ismail - dengan ikhlas menerima ujian Allah dan berserah diri atas segala keputusan-Nya.
Saat itulah Allah berfirman: "Hai Ibrahim, sungguh engkau telah membenarkan mimpimu, engkau telah menaati perintah-Ku dan Aku akan memberikan balasan kebaikan-kebaikan kepadamu."
Allah kemudian mengganti Ismail dengan sembelihan hewan kurban, dan tradisi ini berlaku hingga hari kiamat.
Baca Juga: 10 Ucapan Idul Adha 2025: Kata-kata Menyentuh Hati yang Penuh Harapan dan Doa
Dari kisah tersebut, Ustadz Bitoh mengambil pelajaran universal yang berlaku sepanjang zaman tentang sunatullah atau ketetapan Allah.
"Tidak ada suatu ujian yang Allah turunkan kepada hamba-Nya kecuali Allah sedang mempersiapkan balasan-balasan kebaikan bagi siapapun yang menerima ujian itu dan taat kepada Allah subhanahu wa ta'ala," tegas beliau menyampaikan inti pesan khutbahnya.
Balasan yang Allah berikan kepada Ibrahim tidak hanya berupa penggantian sembelihan kurban, tetapi jauh lebih besar - seluruh nabi setelahnya dilahirkan dari keturunan Ibrahim, baik melalui jalur Ishaq maupun Ismail.
"Dari keturunan Nabi Ismail lahirlah kekasih kita semua, juru penyelamat kita semua, Baginda Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang tidak lain adalah keturunan Nabi Ibrahim dari jalur Nabi Ismail Alaihissalam," jelas Ustadz Bitoh.
Baca Juga: Rekomendasi 4 HP Cocok Dipakai Anak Sekolah: Baterai Tahan Lama hingga Layar Nyaman untuk Mata
Mengaitkan dengan kondisi masa kini, beliau mengingatkan bahwa pandemi yang telah berlangsung lebih dari satu tahun adalah ujian yang serupa.
Di mana Allah sedang mempersiapkan balasan kebaikan bagi mereka yang sabar dan ikhlas menerima ketentuan-Nya.
"Tidak pernah malam itu makin gelap kecuali itu tanda terbitnya fajar, tidak pernah musim dingin memberikan dinginnya yang begitu dingin kecuali hangatnya mentari pagi sedang menanti untuk muncul," tutup beliau dengan penuh optimisme.***

Share this article
Khutbah Idul Adha Ustadz Bitoh: Kisah Nabi Ibrahim-Ismail ajarkan ikhlas & sabar hadapi ujian, seperti pandemi yang kita alami kini.