AYOJAKARTA.COM - Dalam khutbah Idul Adha yang disampaikan oleh Ustadz Bitoh Purnomo, Lc., MA, beliau menjelaskan kisah agung Nabi Ibrahim yang menjadi fondasi perayaan Idul Adha.
Seperti layaknya keluarga pada umumnya, Nabi Ibrahim dan Sayyidah Khadijah sangat menginginkan kehadiran anak dan keturunan.
Keinginan mendalam ini terus diutarakan Ibrahim dalam doa-doanya, "Robbi habli minassholihin" yang artinya "Ya Allah, Duhai Tuhanku anugrahkan aku keturunan."
Baca Juga: Viral! Pulau di Raja Ampat Dikeruk Pertambangan Nikel, Menteri ESDM Buka Suara: Ada Pulau Emang Khusus Pertambangan
Setelah menunggu cukup lama, Allah SWT akhirnya mengabulkan permohonan Ibrahim dengan menurunkan ayat yang memberikan kabar gembira tentang kelahiran putra yang lembut budi pekertinya, yaitu Sayyidina Ismail Alaihissalam.
Hari demi hari berlalu, Ismail yang kecil pun mulai meranjak dewasa dan menjadi kebanggaan ayahnya.
Sang ayah berada dalam puncak kenikmatannya karena Ismail sudah mulai bisa membantu Ibrahim dalam pekerjaannya dan menemani dalam perjalanan safarnya.
Namun, di tengah kenikmatan tersebut, ketika sang anak sudah mulai dewasa, turunlah perintah Allah yang sangat berat - ujian yang luar biasa dimana Nabi Ibrahim diminta untuk menyembelih putra yang telah dinantikan bertahun-tahun lamanya.
Ketika Ibrahim menyampaikan perintah Allah kepada Ismail, "Duhai anakku, Allah telah memerintahkanku untuk menyembelih, maka berikanlah pendapatmu," tanpa butuh waktu lama.
Baca Juga: 10 Ucapan Idul Adha Mengandung Makna Keikhlasan dan Pengorbanan: Selamat Hari Raya Idul Adha
Nabi Ismail menjawab dengan penuh keikhlasan, "Oh iya abi, ikhlaskanlah, lakukanlah apapun yang diperintahkan Allah. Insyaallah engkau akan dapati anakmu ini termasuk orang-orang yang sabar."
Ustadz Bitoh Purnomo menekankan sebuah pelajaran fundamental dari kisah ini yang merupakan sunatullah - ketetapan Allah yang berlaku sejak diciptakannya alam semesta hingga hari kiamat.
"Tidak ada suatu ujian yang Allah turunkan kepada hambaNya kecuali Allah sedang mempersiapkan balasan-balasan kebaikan bagi siapapun yang menerima ujian itu dan taat kepada Allah subhanahuwata'ala," jelasnya.
Ketika Nabi Ibrahim dan Ismail telah ikhlas menerima ujian Allah dan siap melaksanakan perintah-Nya, Allah berfirman, "Iya Ibrahim, sungguh engkau telah membenarkan mimpimu, engkau telah melaksanakan perintah-Ku dan Aku akan memberikan balasan kebaikan-kebaikan kepadamu."
Balasan yang Allah berikan tidaklah main-main. Pertama, Allah mengganti Ismail dengan sembelihan hewan kurban, dan tradisi pengorbanan ini kemudian berlaku sampai hari kiamat sebagaimana yang kita laksanakan setiap tahun.
Baca Juga: Ada Infinix hingga Tecno, Review 10 HP Rp1 Jutaan Terlaris Juni 2025! Mana yang Paling Worth It?
Namun balasan Allah tidak berhenti sampai di situ. Setelah menguji Ibrahim dan Ibrahim berhasil lulus, Allah menganugerahkan keturunan yang luar biasa mulia.
Dari keturunan Nabi Ismail dan Ibrahim lahirlah para nabi, termasuk dari jalur Nabi Ishaq lahir Nabi Ayub, Yakub, Yusuf, Musa, dan Isa.
Yang paling istimewa, dari keturunan Nabi Ismail sebagai balasan kebaikan atas ujian Allah kepada Ibrahim, lahirlah kekasih kita semua, juru penyelamat kita, Baginda Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam yang tidak lain adalah keturunan Nabi Ibrahim dari jalur Nabi Ismail Alaihissalam.***

Share this article
Dalam khutbah Idul Adha yang disampaikan oleh Ustadz Bitoh Purnomobeliau menjelaskan kisah agung Nabi Ibrahim yang menjadi fondasi Idul Adha