AYOJAKARTA.COM - Mayoritas Jemaah haji asal Indonesia terharu dan banyak yang menangis saat pelaksanaan wukuf Arafah yang merupakan puncak pelaksanaan Ibadah haji.
Wukuf dimulai saat memasuki adzan dzuhur pada 5 Juni 2025 waktu Arab Saudi dan diawali dengan khubah wukuf.
Pantauan AYOJAKARTA.COM banyak jemaah yang menagis di sejumlah maktab saat khotib mulai membacakan makna pelaksanaan ibadah haji.
Baca Juga: Profil Emil Audero, Kiper Baru Andalan Timnas Indonesia yang Tampil Heroik di Saat Menghadapi China
Sementara itu, Pasangan suami istri asal Nusa Tenggara Barat, Ardi (51) dan Arastika (45), bersyukur bisa menjalani wukuf dengan lancar. Pasangan ini mengaku telah mendaftar untuk naik haji sejak 13 tahun lalu.
"Awal kita masukkan itu 2012. Jadi 13 tahun, sekarang ini baru kita berangkat. Alhamdulillah yang selama ini kita cita-citakan," kata Ardi di Muzdalifah, Jumat (6/6/2025).
"Ya senag sekali bisa di sini," ujar Arastika. Ardi dan istrinya berangkat dari Sumbawa Barat, NTB. Ardi mengatakan dirinya sudah lama membayangkan bisa berhaji.
"Luar biasa masyaallah kita bangga sama-sama umat muslim seluruh dunia kumpul di sini," ucap Ardi. Dia juga bercerita tentang doa yang dipanjatkannya saat berada di Arafah.
Baca Juga: Wajib Coba! Rahasia HP Samsung Tetap Ngebut, Cara Hapus Cache dalam Hitungan Detik Tanpa Aplikasi
Ardi berharap anak-anaknya tumbuh menjadi anak-anak yang saleh dan kerabatnya di Tanah Air bisa segera naik haji juga. "Keluarga kita terutama juga bisa melangkahkan kakinya ke Tanah Suci ini," ujarnya.
Ardi mengatakan banyak pelajaran selama proses ibadah haji. Dia meyakini semua yang terjadi merupakan latihan agar dirinya bisa menjadi lebih baik.
Jemaah asal NTB lainnya, Abdul Murad, juga bersyukur bisa naik haji tahun ini. Dis mengatakan ada banyak doa yang dipanjatkannya selama wukuf di Arafah. "Alhamdulillah hari ini kami bisa menyelesaikan wukuf di Arafah," ujarnya.
Selain melaksanakan rukun haji, katanya, wukuf di Arafah juga jadi momen mengenang kisah Nabi Adam, Nabi Ibrahim hingga Nabi Muhammad. Dia berharap doanya selama di Arafah dikabulkan Allah.
Baca Juga: Update Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 di Hari Raya Idul Adha, Terpantau Sudah Mulai Cair!
"Kalau untuk doa tentunya kita meminta yang terbaik untuk diri kita sendiri, untuk anak, keluarga dan semua keluarga di tanah air, di Sumbawa, kita mendoakan untuk kebaikan bangsa dan negara kita," ujarnya.
Abdul juga mengapresiasi layanan dari petugas haji. Dia mengatakan petugas selalu bertindak cepat saat mendapat laporan suatu masalah.
"Untuk layanan alhamdulillah luar biasa me kita, baik lah. Kalau mungkin karena aturan baru ini kita kadang kaget gitu ada kendala sedikit tapi tidak berarti. Karena para petugas bisa cepat apa namanya megatasi semua hal-hal seprti itu," ujarnya.***

Share this article
Jemaah haji Indonesia haru saat wukuf Arafah, banyak menangis. Pasutri dari NTB syukur setelah 13 tahun menanti haji terlaksana.