AYOJAKARTA.COM - Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) telah merilis rekapitulasi Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) Program Keluarga Harapan (PKH) tahap 2 termin 1.
Informasi ini memuat nama provinsi, kabupaten, hingga bank penyalur seperti BRI, BNI, BSI, dan Mandiri, serta total nilai bantuan sosial (bansos) yang akan disalurkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Dengan terbitnya SP2D, hal ini menandakan bahwa proses finalisasi data dan pencairan dana telah dimulai. Sebagai hasilnya, masyarakat kini bisa mulai mempersiapkan pengecekan saldo bantuan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Baca Juga: Baru! Redmi Turbo 4 Pro atau Poco F7 5G, Monster Gaming Snapdragon 8s Gen 4 dengan Baterai Jumbo
Total Penyaluran dan Bank Penyalur
Tercatat sebanyak 6.488.882 KPM akan menerima bantuan melalui empat bank Himbara. Jumlah dana yang digelontorkan untuk termin ini mencapai Rp4,64 triliun.
Meski status pembaruan belum sepenuhnya terlihat di aplikasi pendamping sosial (SIKS-NG), hal ini tidak menghambat proses pencairan.
Penting diketahui, aplikasi SIKS-NG berfungsi sebagai alat pemantau, namun tidak selalu menunjukkan pembaruan secara real-time. Banyak bansos PKH dan BPNT yang langsung dikirim ke rekening KKS tanpa pembaruan status instan.
Baca Juga: Penting! Cara Cek Status Ajuan Akun SPMB Jakarta 2025: Sudah Terverifikasi atau Masih Menunggu?
Jadwal Pencairan Saldo PKH Tahap 2
Mengacu pada waktu rilis data SP2D yang jatuh pada 5 Juni 2025, serta libur nasional dan cuti bersama hingga 9 Juni, pencairan bantuan diperkirakan akan mulai diproses bank pada 10 Juni.
Proses distribusi dapat memakan waktu 1 hingga 3 hari kerja, sehingga saldo bantuan kemungkinan besar akan masuk antara 13 Juni ke atas.
Namun, masyarakat diimbau untuk tidak terburu-buru mengecek saldo. Waktu yang paling tepat untuk melakukan pengecekan adalah setelah mendapatkan informasi dari pendamping sosial.
Baca Juga: CMB Catat! Resmi Dimulai 5 Juni, Berikut Cara Pengajuan Akun SPMB Jakarta 2025 untuk SMA dan SMK
Perlu diingat bahwa penyaluran PKH tahap 2 termin 1 ini baru mencakup sekitar 60 persen KPM, sedangkan sisanya akan mendapatkan bansos pada termin berikutnya.
Penyaluran BPNT Tahap 2 Masih Belum Merata
Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap 2 untuk periode April–Juni 2025 juga mulai dicairkan, meski penyalurannya belum merata.
Beberapa wilayah seperti Aceh dan sebagian daerah prioritas di NTT sudah mulai menerima dana. Namun, mayoritas KPM masih menunggu dana masuk ke rekening mereka.
Baca Juga: KPM Jangan Salah Lagi! Ini 5 Tanda Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Sudah Cair atau Belum
Ketidakmerataan ini mencerminkan adanya tantangan teknis serta kendala administratif yang masih dihadapi dalam proses distribusi bansos.
Langkah Bagi KPM yang Belum Terima Bantuan
Bagi KPM yang belum menerima dana BPNT, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:
- Periksa status kepesertaan melalui situs resmi cekbansos.kemensos.go.id.
- Pantau saldo KKS secara berkala melalui ATM atau agen bank penyalur, namun hindari pengecekan berlebihan agar tidak dikenakan biaya administrasi.
- Jika menerima bansos melalui PT Pos Indonesia, kunjungi kantor pos untuk memastikan jadwal pencairan.
- Bersabar, karena proses pencairan masih berlangsung hingga akhir Juni 2025.***

Share this article
SP2D PKH tahap 2 termin 1 terbit, 6,4 juta KPM terima Rp4,64 triliun via bank Himbara. Saldo diperkirakan cair mulai 13 Juni 2025.