AYOJAKARTA.COM – Bagi umat muslim, Shalat Berjamaah merupakan salah satu bentuk ibadah waijb yang paling diutamakan.
Selain karena dapat menjadi bentuk silaturahmi, Shalat Berjamaah khususnya jenis Wajib juga merupakan salah satu bentuk ajaran Rasulullah SAW.
Dalam banyak riwayat, keutamaan lain dari melaksanakan ibadah Shalat Berjamaah adalah memiliki kuantitas pahala lebih besar dibandingkan Munfarid atau sendirian.
Melalui peristiwa Isra dan Mi'raj diketahui, Shalat merupakan jenis amalan yang secara langsung diperintahkan oleh Allah SWT kepada Rasulullah SAW.
Setelah proses percakapan berulang bersama Nabi Musa AS, perintah shalat dari Allah SWT kepada Rasulullah SAW yang sedianya 50 rakaat sehari bisa menjadi sebanyak 5 kali.
Selain menjadi tanda kehambaan kepada Tuhan, ibadah shalat juga dapat mencegah seseorang terhindar dari perbuatan yang jahat, keji dan mungkar.
Menjadi jenis ibadah yang memiliki keutamaan, pelaksanaan ibadah shalat pada awal masa perkembangan Islam selalu dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW.
Meski telah berulang kali menjadi Imam atau Pemimpin shalat, dalam keadaan sakit Nabi pernah berharap agar posisinya sebagai Imam shalat dilakukan oleh Abu Bakar.
Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim, Nabi yang dalam kondisi sakit sempat meminta agar Abu Bakar memimpin umat Islam untuk Shalat Berjamaah.
Saat shalat berjamaah yang di Imami Abu Bakar sedang berlangsung, Nabi dengan bantuan Sayidina Ali memutuskan untuk ikut berjamaah atau menjadi Makmum.
Menyadari kedatangan Rasulullah SAW, Abu Bakar yang berada dalam posisi Imam memutuskan mundur dan mempersilahkan Nabi untuk memimpin shalat.
Berdasarkan pada peristiwa tersebut, keinginan Nabi Muhammad SAW untuk bisa menjadi makmum dari Abu Bakar justru gagal.
Usai shalat berjamaah selesai dilakukan, Rasulullah SAW mengetahui bahwasanya Abu Bakar merasa sungkan mengimami sosok yang bergelar Kekasih Allah SWT.
Riwayat Nabi Muhammad SAW pernah menjadi makmum dari shalat berjamaah, justru terjadi saat Abdurrahman Bin Auf menjadi Imam.
Nabi Muhammad SAW yang datang terlambat karena suatu keperluan, segera masuk dalam barisan shalat berjamaah karena sedang berlangsung.
Baca Juga: Kesempatan Terakhir! Ini Cara Cek Sekolah SMA/SMK Punya Pagu atau Kuota Kosong di SPMB Jatim Tahap 3
Mengetahui kedatangan Nabi, para Sahabat bergegas memberikan isyarat agar Abdurrahman Bin Auf bersedia mundur sebagaimana pernah dilakukan Abu Bakar.
Meski telah diperingatkan oleh para Sahabat, Abdurrahman yang sedang menjadi Imam tetap melanjutkan shalat berjamaah hingga selesai.
Setelah shalat berjamaah selesai dilakukan, Nabi yang dikhawatirkan akan marah justru memberi pujian kepada para Sahabat.
“Sungguh kalian itu orang-orang baik, menganut ajaranku sholat di awal waktu,” puji Rasulullah SAW usai menjadi makmum Abdurrahman bin Auf. ***
Baca Juga: Terbaru! Status PKH dan BPNT Tahap 2 via PT Pos Indonesia di SIKS-NG, Sudah Cair atau Belum?

Share this article
Shalat berjamaah lebih utama dari sendiri. Nabi SAW pernah jadi makmum Abdurrahman bin Auf & memuji sahabat yang shalat di awal waktu.