AYOJAKARTA.COM – Dalam satu kajian, Ustaz Abdul Somad menjelaskan tentang keistimewaan malam Nisfu Syaban.
Ustaz Abdul Somad menukil hadits yang menerangkan tentang Allah SWT yang memperhatikan hamba-Nya di malam tersebut.
“Pada malam Nisfu Syaban, Allah SWT memperhatikan semua mahluk,” ujar ustaz Abdul Somad menerjemahkan hadist.
Baca Juga: Apakah Richard Eliezer Aman Jika Kembali ke Polri? Tanggapan Susno Duadji: Dia akan Dicibir
Hadist tersebut bukan berarti bahwa di malam-malam lain, Allah SWT acuh dan tidak memperhatikan makhluk-Nya.
“Hadist ini mesti dipahami dengan baik, jangan katakan Allah hanya memperhatikan malam Nisfu Syaban,” pesan UAS kepada jamaah.
Allah SWT memiliki sifat Maha Suci, sehingga mustahil jika Allah SWT tertidur sampai tidak memperhatikan hamba-Nya.
Sifat Allah SWT sebagaimana tertulis dalam Ayat Kursi juga disebut dalam ayat yang memiliki arti Allah tidak pernah mengantuk dan tertidur.
Baca Juga: ASN Punya Harta hingga Rp 56,1 miliar, Eks Kabareskrim Susno Duadji Sebut Sri Mulyani Kecolongan
Maksud hadist perhatian Allah SWT di malam Nisfu Syaban, adalah pemberian ampunan kepada mahluk-Nya yang meminta.
“Diampunkannya semua mahluknya yang meminta, berdoa, bermunajat di malam itu,” UAS memberi penjelasan.
Adapun waktu terbaik ketika berdoa di malam Nisfu Syaban adalah sehabis Maghrib, bertepatan dengan tergelincirnya matahari atau munculnya bulan.
“Karena pergeseran waktu dalam kalender Komariyah berbeda dengan Syamsiah,” tambah ustaz Abdul Somad.
Kalender Komariah adalah perhitungan kalender yang didasarkan pada munculnya bulan, sedangkan Syamsiah pada terbitnya matahari, terang UAS.
Sehubungan dengan amalan-amalan yang biasa dilakukan dalam mengisi malam Nisfu Syaban, hal tersebut merupakan ijtihad para ulama.
Bagi umat muslim yang berada di Indonesia, malam Nisfu Syaban kerap diisi dengan membaca Yasin, hal tersebut menurut UAS juga bukan kekeliruan.
“Hadist tentang keistimewaan malam Nisfu Syaban ada, tetapi tidak disebut hadist tentang surat Yasin,” terang UAS kepada jamaah.
Sedangkan pembacaan Yasin di malam Nisfu Syaban, berpijak pada hadist lain tentang keistimewan membaca Yasin.
“Siapa yang membaca surat Yasin dalam suatu malam, pada waktu Subuhnya sudah mendapat ampunan Allah SWT,” UAS memberi penjelasan.
Penggabungan dari dua hadist berbeda muatan, menurut ustaz Abdul Somad bukanlah suatu perkara yang harus dipertentangkan.
Hal demikian juga dijelaskan dalam kitab Kaifa nata’amal al-sunnah yang ditulis oleh Syaikh Yusuf Al Qardhawi.
“Cara yang paling baik memahami hadits bukan satu hadist dibaca, lalu diambil satu hukum, bukan begitu caranya,” jelas Ustaz Abdul Somad.
Mengkombinasikan beberapa hadist, kemudian menarik satu kesimpulan adalah cara terbaik sebelum mengambil atau menetapkan satu hukum.
Demikian penjelasan hadits tentang keistimewaan malam Nisfu Syaban seperti dirangkum Ayojakarta dari kanal Youtube Redaksi Islam pada Senin, 6 Maret 2023. ***

Share this article
Ustaz Abdul Somad menukil hadits yang menerangkan tentang Allah SWT yang memperhatikan hamba-Nya di malam tersebut.