AYOJAKARTA.COM – Malam Nisfu Syaban memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh malam-malam lainnya. Begitupun bulan Syaban yang disampaikan oleh Buya Yahya mendapatkan perhatian lebih dari Nabi Muhammad SAW.
Buya Yahya menyampaikan bahwa Allah melihat manusia dengan pandangan khusus pada malam Nisfu Syaban.
Pandangan Allah yang berbeda tersebut dijelaskan oleh Buya Yahya ditunjukkan kepada siapa saja, baik kepada manusia yang berdosa maupun tidak, namun ada golongan orang yang tidak bisa mendapatkan malam Nisfu Syaban.
“Jadi kalau pandangan khusus kepada seorang hamba yang berdosa adalah dengan pengampunan, hamba terkasih dengan tambahan rahmat dan berkah,” ujar Buya Yahya, dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Al-Bahjah TV (6/3/2023).
Malam Nisfu Syaban pada tahun ini akan jatuh pada tanggal 7 – 8 Maret 2023. Menjelang datangnya Nisfu Syaban, umat muslim berbondong-bondong untuk menyambutnya.
Menurut Buya Yahya, Allah akan mengampuni manusia-manusia yang berdosa pada malah Nisfu Syaban. Dan teruntuk hambanya yang beriman maka Allah akan limpahkan rahmat dan juga berkah.
Namun ada dua golongan orang yang tidak bisa mendapat pengampunan dari Allah pada malam tersebut, golongan pertama adalah orang musyrik atau orang yang menyekutukan Allah.
Baca Juga: Turut Berduka! Eks Suami Raya Kitty ‘Anak Jalanan’ Meninggal Dunia Usai Kecelakaan
Golongan yang kedua adalah orang-orang yang memiliki kebencian, dendam dan permusuhan dengan saudara.
Mana Buya Yahya menyarankan menjelang malam Nisfu Syaban kita harus memastikan bahwa tidak memiliki kebencian dan dendam kepada siapapun.
Buya Yahya mengungkapkan bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad SAW tidak pernah menyampaikan kepada umatnya perihal ibadah apa yang harus dilakukan ketika malam Nisfu Syaban.
Jadi menurut Buya Yahya sebaiknya kita banyak-banyak memohon pengampunan dan berdoa ketika malam tersebut datang.
“Tidak ada pesan khusus dari Nabi ibadah-ibadah tertentu, tidak ada pesan salat tertentu, tidak ada pesan apapun. Yang jelas malam itu adalah Allah mengampuni hamba-hambanya. Maka yang sangat sesuai adalah memohon ampun kepada Allah,” kata Buya Yahya.
Pada saat malah Nisfu Syaban, umat muslim diperkenankan untuk melakukan salat hajat, salat tasbih atau salat lainnya dilanjutkan dengan dzikir dan istighfar.
Jadi meskipun Nabi tidak memberikan perintah untuk melakukan ibadah tertentu, namun jika seorang muslim melakukan salat sunnah pada malah Nisfu Syaban maka tidak dilarang.***

Share this article
Buya Yahya membeberkan Allah SWT melihat pendosa dengan pengampunan di malam Nisfu Syaban. Simak selengkapnya langsung di artikel ini.