AYOJAKARTA.COM — Idul Adha menghitung hari, diketahui umat muslim di Indonesia akan merayakan berbeda hari antara pemerintah dan Muhammdiyah.
Islam merupakan agama mayoritas di Indonesia. Namun Islam yang ada di Indonesia memiliki berbagai organisasi yang diketahui memiliki perbedaan dalam menentukan tanggal hari raya.
Diketahui bahwa terdapat banyak perbedaan perayaan Idul Adha 1444 hijriah atau 2023 masehi.
Muhammadiyah mengumumkan bahwa Idul Adha jatuh pada Rabu, 28 Juni 2023. Sementara Nahdlatul Ulama atau NU jatuh pada Kamis, 29 Juni 2023.
Baca Juga: 4 HP Gaming Terbaik yang Turun Harga Jelang Idul Adha 1444 H, Ini Daftarnya
Bagaimana dengan perayaan yang berbeda dengan apa yang diyakini?
Pendakwah Buya Yahya menjelaskan bahwa pertanyaan semacam ini sering ditanyakan menjelang hari raya Idul Adha.
“Pertanyaan ini akan ditanggapi biasa oleh orang yang memiliki ilmunya. Ada yang bilang, bahwa setelah ada yang merayakan Idul Adha terlebih dahulu, haram untuk berpuasa,” buka Buya Yahya, dikutip dari kanal YouTube Al-Bahjah TV, Rabu, 21 Juni 2023.
Buya Yahya menjelaskan bahwa itu hal yang benar. Haram bagi umat Islam berpuasa apabila hari tersebut merupakan hari raya. Namun ada catatan.
Baca Juga: Cara Olah Daging Kurban Idul Adha Agar Empuk Ala Dims The Meat Guy, Gampang Banget!
“Hal tersebut telah dijelaskan oleh para ulama. Ilmunya ulama yang besar, golongan imam hanafi, dan lainnya,” kata Buya yahya.
Apabila mengikuti mazhab di mana puasa dan hari raya diputuskan setelah melihat hilal, maka hal tersebut benar, karena berdasar rukyatul hilal.
Apabila berdasarkan perhitungan atau metode hisab misal seperti Muhammadiyah, hal tersebut juga benar. Alasannya karena perbedaan mazhab.
Perbedaan mazhab biasanya akan membuat umat muslim saling menghormati, bukan saling mencari keributan.
Baca Juga: Empuk! Resep Empal Serundeng Kemiri Enak Resep Daging Sapi Olahan untuk Idul Adha
“Semua mazhab benar, setiap individu diperbolehkan memilih satu mazhab, boleh berbeda dengan ayah,” kata Buya Yahya.***
Share this article
Pendakwah Buya Yahya menjelaskan pertanyaan perbedaan tanggal perayaan hari raya Idul Adha di Indonesia.