AYOJAKARTA.COM – Kontroversi yang melibatkan food vlogger Codeblu, atau William Anderson, semakin memanas setelah tuduhan pemerasan dan penyebaran informasi palsu mengenai Clairmont Patisserie.
Akibat dari review buruk tersebut, bisnis Clairmont Patisserie diduga mendapatkan kerugian hingga Rp5 miliar.
Diketahui, pada November 2024, Codeblu mengunggah video yang menuduh toko kue tersebut memberikan makanan berjamur kepada panti asuhan.
“ini bakery kasih makanan udah rusak udah kadaluarsa dikasih ke panti asuhan,” review Codeblue pada video unggahannya yang dikutip dari YouTube Tom MC Ifle, Jumat, 4 April 2025.
Baca Juga: Buka Puasa Hemat! Promo Diskon Restoran Favorit dari BRI
Review dari Codeblu ini yang memicu kemarahan publik dan kritik tajam terhadap toko kue Clairmont.
Namun, pihak Clairmont membantah tuduhan tersebut dan memberi klarifikasi bahwa kue yang diberikan ke panti bukan dari toko resmi tapi dari vendor maintenance.
Isu ini berlanjut dan semakin memanas ketika food vlogger ini dituduh melakukan pemerasan, ia dituduh meminta uang hingga Rp350 juta untuk menghapus ulasan negatifnya.
Akibat dari kontroversi ini, diduga banyak restoran dan kedai makanan di Jabodetabek mulai memboikot Codeblu, dengan poster-poster yang menampilkan wajahnya dan pernyataan larangan masuk beredar di media sosial.
Baca Juga: Resep Sahur Praktis ala Chef Devina Telur Saus Tiram Lembut Mirip Sapo Tahu Restoran
Netizen mengecam tindakan Codeblu sebagai merugikan pelaku usaha, terutama UMKM, dan menyerukan agar tindakan serupa tidak terulang di masa depan.
Kontroversi ini menciptakan dampak besar tidak hanya bagi Codeblu tetapi juga bagi industri kuliner yang lebih luas.
Kontroversi ini juga menyoroti etika dalam dunia review makanan dan pengaruh media sosial yang tidak memikirkan usaha orang.
Saat ini, Pihak Clairmont Patisserie telah melaporkan Codeblu ke kepolisian atas dugaan pencemaran nama baik dan pemerasan.
Baca Juga: Rekomendasi 8 Restoran Bali di Jakarta, Mulai Ayam Betutu hingga Nasi Campur Tersedia!
Mereka menegaskan bahwa produk yang dijual telah melalui proses kontrol kualitas yang ketat dan aman untuk dikonsumsi.
Meskipun Codeblu telah meminta maaf, tindakan hukum tetap dilanjutkan oleh Clairmont untuk mempertahankan reputasi mereka yang telah tercoreng akibat tuduhan tersebut.***
Share this article
Kontroversi food vlogger Codeblu semakin memanas setelah tuduhan pemerasan dan penyebaran informasi palsu Clairmont.