AYOJAKARTA.COM – Baru-baru ini, sebuah isu sedang memanas tentang ‘perang’ yang terjadi antara kubu Ferdy Sambo dengan Kabareskrim berkaitan dengan penyetoran uang hasil bisnis tambang ilegal di Kalimantan Timur.
Kabar ini bermula dari sebuah video yang didalamnya terdapat seorang mantan anggota kepolisian, Ismail Bolong yang mengaku bahwa dirinya telah menyetorkan uang senilai 6 miliar rupiah ke Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto.
Akan tetapi, setelah beberapa saat sejak video pertemanya viral, Ismail membuat permintaan maafnya kepada Agus karena pernyataannya, termasuk dirinya yang telah menyeret beberapa nama besar seperti Ferdy Sambo dan Hendra Kurniawan.
Baca Juga: Keren! Farel Prayoga Berangkat Sekolah Menggunakan Jet Pribadi
Isu tentang tambang ilegal di Kaltim dan peperangan antara kubu Ferdy Sambo dan Kabareskrim menjadi ‘bencana’ lain yang harus dihadapi oleh Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri.
Pasalnya, sejak dirinya diangkat menjadi Kapolri, masalah demi masalah terus saja muncul yang membuat institusi kepolisian kehilangan nama baiknya.
Atas dasar hal tersebut, sudah menjadi tugas bagi Kapolri untuk mengembalikan nama baik dari institusi yang berada di bawah tanggung jawabnya.
Berkaitan dengan Ismail Bolong, Listyo Sigit pun mau tidak mau harus ikut terjun untuk menyelesaikan masalah yang terjadi.
"Ismail Bolong ada tim yang mencari, baik (Polda) Kaltim maupun Mabes (Polri)," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dikutip dari Suara.com.
Baca Juga: Sah! Mulai Tahun Depan UMP 2023 Jawa Barat Naik 7,88 Persen, Bekasi Tertinggi Banjar Terendah
Ia menegaskan bahwa kepolisian sudah membuat strategi berkaitan dengan pencarian dan panggilan kepada sosok tersebut.
"Tentunya proses pencarian. Kan, itu strategi dari kepolisian ada, panggilan ada juga," katanya.
Di sisi lain, Kapolri mengatakan bahwa pengungkapan kasus dugaan suap tambang ilegal akan dilakukan secara bertahap, mulai dari keterangan Ismail Bolong.
Sementara itu, Menko Polhukam menduga bahwa ada keterkaitan antara Ismail Bolong dengan ‘perang bintang’ yang terjadi dalam tubuh Polri.
"Isu perang bintang terus menyeruak. Dalam perang ini, para petinggi yang sudah berpangkat bintang saling buka kartu truf. Ini harus segera kita redam dengan mengukir akar masalahnya," kata Mahfud.
Menanggapi isu tersebut, Ferdy Sambo dan Hendra Kurniawan juga sempat memberikan keterangan singkat tentang isu suap pada tambang ilegal di Kalimantan.
"Ya sudah benar. Kan ada suratnya," ucap Ferdy Sambo menjawab pertanyaan awak media soal isu mafia tambang di tubuh Polri baru-baru ini.
"Tanya ke pejabat yang berwenang, kan suratnya sudah ada," sambung Ferdy Sambo.
Senada dengan Ferdy Sambo, Hendra Kurniawan juga menjawab isu tersebut dan membernarkan apa yang dikabarkan kepada para wartawan.
"Betul, betul," ucap Hendra Kurniawan pada Kamis (24/11/2022) lalu jelang mengikuti sidang pembunuhan Brigadir J di PN Jakarta Selatan.***

Share this article
Baru-baru ini, sebuah isu sedang memanas tentang ‘perang’ yang terjadi antara kubu Ferdy Sambo dengan Kabareskrim