AYOJAKARTA.COM - Sebentar lagi kita akan memperingati hari bersejarah di Indonesia.
Yakni peringatan Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia atau biasa disingkat G30S PKI.
Peringatan tragedi G30S PKI diperingati tepatnya pada 30 September setiap tahunnya.
Peristiwa G30S PKI sendiri merupakan tragedi kelam bagi bangsa Indonesia.
Diketahui saat itu G30S PKI merupakan upaya untuk melakukan kudeta terhadap Presiden Soekarno.
Baca Juga: Sinopsis Preman Pensiun 6 Episode 30 Malam Ini Kamis 29 September 2022 Pukul 19.00 di RCTI
Sebanyak 7 Jenderal dan 1 Perwira menjadi korban kekejaman para PKI.
Mereka merupakan korban tak bersalah setelah menjadi sasaran penculikan oleh PKI.
Salah satunya adalah Jendral DI. Panjaitan yang dibunuh oleh PKI di depan rumahnya sendiri.
Kekejaman para PKI terhadap Jendral DI. Panjaitan tersebut bahkan disaksikan sendiri oleh keluarganya.
Baca Juga: Febri Diansyah Eks KPK Jadi Advokat Putri Candrawathi: Ini Kasus yang Sulit Ditangani
Dikutip AyoJakarta.com dari akun Tiktok Adam History pada (30/5/2021), nampak dalam unggahan video tersebut Riri Budiasri Pandjaitan dan Catherine Pandjaitan memberikan kesaksian pada saat peristiwa G30S PKI kala itu.
“Saya harus merasakan sakit, orang yang kita kasihi orang yang kita cintai seperti binatang dibunuh.” Riri mengawali ceritanya.
Kemudian ia menceritakan bahwa saat itu terdengar keributan di luar rumah seperti ada banyak truk kemudian terlihat orang-orang mulai meloncat keluar dari truk.
Riri dan keluarga baru menyadari bahwa saat itu adalah kedatangan tentara yang mengepung rumah mereka.
“Ternyata itu tentara yang mengepung rumah kami, tanpa ada peringatan mereka menembak dari segala penjuru.” ujar salah satu putri Jendral DI. Pandjaitan tersebut.
Baca Juga: Serbuk Berlian Bertambah! Kim Jiwoon Resmi Gabung Ke High Zium Studio
Bahkan ia menceritakan suasana saat itu sangat mencekam.
“Seperti kijang peluru kami di atas ketakutan rasa betul-betul rasa tidak berdaya.” tutur Riri mengulang masa kelam G30S PKI 1965.
Hal tersebut juga dibenarkan oleh saudara kandungnya yakni Catherine Pandjaitan.
Catherine mengatakan, “Malam 30 Oktober, subuh 1 Oktober nya. Kita semua sudah ngumpet di atas sini keluar dari kamar ketakutan.”
Riri Budiasri menyambung cerita Catherine tersebut dengan mengatakan, “Sudah di tembak sudah posisi pintu terbuka. Mereka sudah masuk ke dalam semuanya dibawah kami mendengar Jendral Panjaitan turun !”
Putri DI. Pandjaitan tersebut kemudian menceritakan saat itu ayahnya keluar dari kamar dengan memakai seragam lengkap sebagai Angkatan Darat.
Baca Juga: Lesti Kejora Laporkan Rizky Billar Atas Dugaan KDRT, Warganet Syok dan Berharap Hanya Hoaks
Diceritakan oleh Riri seperti berikut, “Keluar dari kamarnya memandang pada kami semua dan turun tidak saya lihat wajahnya itu takut.”
Nampak Riri juga menunjukkan tangga yang digunakan untuk turun menemui tentara oleh ayahnya tersebut.
Kemudian Riri mulai menceritakan kekejaman para tentara Partai Komunis Indonesia kepada ayahnya yakni Jendral DI. Pandjaitan.
Saat DI. Pandjaitan menuju pintu keluar kemudian Riri mendengar seperti ada dialog, “Yang mulia memanggil bapak untuk ikut.”
Riri mengatakan saait itu jendral DI. Pandjaitan mengatakan baik tetapi meminta waktu untuk berdoa.
“Ayah saya katakan baik saya mau ikut tetapi beri saya waktu untuk berdoa.” ungkap Riri Pandjaitan.
Baca Juga: Serbuk Berlian Bertambah! Kim Jiwoon Resmi Gabung Ke High Zium Studio
“Lalu posisi ayah saya seperti ini (menyatukan kedua telapak tangannya).” lanjut Riri menceritakan apa yang ia lihat saat itu.
Kemudian ceritanya tersebut disambung oleh Catherine Pandjaitan dengan mengatakan, “Ketika dia sudah posisi dalam berdoa saya lihat dipukul pakai senapan yang panjang.”
Riri lanjut menceritakan momen yang paling membuatnya sedih dan sakit hati.
“Jatuh langsung kepalanya ditembak darah di sini lalu seret lalu dilempar keluar gerbang.” pungkas Riri putri dari DI. Pandjaitan. ***

Share this article
Kekejaman para PKI terhadap Jendral DI. Panjaitan tersebut bahkan disaksikan sendiri oleh keluarganya. Bagaimana tragedi berdarah tersebut?