KEBAYORANBARU, AYOJAKARTA -- Polri mulai mengantisipasi kemungkinan gangguan Kamtibmas yang terjadi menjelang pemilu, meskipun pemilu masih dua tahun lagi.
Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo, mengatakan gangguan kamtibmas yang kerap terjadi menjelang Pemilu yakni penyebaran berita bohong.
Menurut Dedi, penyebaran berita bohong atau hoax menjelang pemilu kemungkinan akan bermunculan mulai tahun ini.
Baca Juga: Polri Dukung Pembelajaran Tatap Muka 100 Persen di Sekolah, Ini Syaratnya
"Jadi prediksi kami di tahun 2022 sampai jelang 2024 situasi seperti itu (hoax) akan kembali muncul. Kita harus antisipasi bersama," ujar Dedi dalam keterangan, Rabu 12 Januari 2022.
Dedi menegaskan dengan adanya kebersamaan dan persatuan, maka penyebaran berita bohong (hoax) yang dilakukan oleh orang tak bertanggungjawab dapat diantisipasi.
Dedi juga mengimbau agar masyarakat tidak terpancing dengan adanya berita bohong.
Baca Juga: Polri akan Tugaskan Mantan Penyidik KPK di Kortas Tipikor
"Jangan sampai terprovokasi oleh orang-orang yang ingin memecah belah bangsa ini," katanya.
Berita bohong kerap kali disebarkan melalui media sosial, meski demikian Dedi meyakini masyarakat dapat mengantisipasi hal tersebut.
POLRIBaca Juga: 8.000 Anggota TNI-Polri Pelototi 4 Lokasi di Jakarta untuk Pengamanan Masa Nataru
Oleh karena itu, kata Dedi, institusi pendidikan juga memiliki peran penting dalam antisipasi penyebaran berita bohong, sehingga masyarakat tidak mudah terpeceh belah.
"Dengan antisipasi yang tepat bangsa ini tidak akan mudah terpecah belah," tuturnya.

Share this article
Menginformasikan mengenai imbauan Polri kepada masyarakat supaya tidak terpengaruh hoax menjelang Pemilu 2024 mendatang. Warga harus rukun.