JAKARTA, AYOJAKARTA.COM—Kampung Boncos yang berada di Kota Bambu, Jakarta Barat digerebek polisi, Jumat (7/1/2022).
Dari kampung tersebut polisi menangkap 8 orang serta mengamankan sejumlah barang bukti.
Kapolsek Palmerah AKP Dodi Abdul Rohim menjelaskan, pada operasi kali ini, polisi tidak menemukan barang bukti berupa narkotika. Namun, polisi menemukan alat hisap sabu atau bong, beserta korek yang sudah dimodifikasi untuk menggunakan sabu.
"Tadi alat penghisap aja, korek, sajam juga, karena di situ sering tawuran juga. Sama anak panah juga ada di sini," ungkap Dodi.
Melansir SuaraJakarta.id-jaringan Ayojakarta.com, Sabtu (8/1), Dodi menjelaskan, dari 8 orang yang diamankan dalam penggerebekan tersebut, satu diantaranya seorang wanita.
Baca Juga: Bersama Ardi Bakrie, Nia Ramadhani Curhat Soal Nasibnya: Narkoba Sudah Merusak Hidup Saya
"Ada delapan, tapi masih dalam tahap penyelidikan artinya masih kita dalami apa di lokasi mereka ada barang bukti narkoba atau tidak. Artinya masih dalam proses," kata Kapolsek.
Dodi mengaku, kegiatan seperti ini akan terus dilaksanakan untuk mencegah peredaran narkoba yang ada di wilayah Jakarta Barat, khususnya di wilayah Palmerah.
"Insya Allah rutin. Jadi saya tidak hanya ke masyarakat, kami pun sudah laksanakan tes urine pada anggota, jadi kami internal dulu," tutur dia.
Gudang Narkoba
Sementara itu, Kampung Boncos Jakarta selama ini memang dikenal sebagai kampung narkoba di Ibu Kota lantaran tingginya peredaran barang haram itu di kampung tersebut.
Seperti dilansir dalam pemberitaan Republika pada Jumat, 9 Februari 2018, salah satu warga setempat, Paimanto (50) mengakui warga di lingkungannya sudah mengetahui maraknya peredaran narkoba di Kampung Boncos sejak lama.
Tetapi, warga tidak ada yang berani melapor ke pihak berwajib lantaran sering mendapat ancaman dari para pengedar sabu.
"Sebenarnya, warga di sini termasuk saya juga sudah tahu dimana saja narkoba itu telah beredar. Kami diancam sama mereka yang pemakai dan pengedarnya," ujarnya.
Bahkan, ia mengetahui dengan detail dimana saja titik peredaran sabu di Kampung Boncos. Paimanto menyebut kampung tersebut merupakan gudang sabu.
Baca Juga: Terbongkar! Artis Inisial RN yang Ditangkap karena Narkoba adalah Rizky Nazar yang Lagi Ngeganja
"Di sini mah gudangnya narkoba. Jenis apa saja pasti ada. Belinya (narkoba), pasti semua orang ke sini (Kampung Boncos), lalu dijualnya lagi di luar," kata dia.
Selain Paimanto, warga lainnya bernama Lilis (50) juga mengaku sering mendapat ancaman, yang membuat dia takut untuk melapor ke polisi. Ia merasa was-was dengan wilayahnya karena anaknya sudah ada yang masuk SMA.
"Saya takut anak saya ini diancam sama pemuda di sini agar memakai barang haram itu. Sepertinya, polisi sudah rutin menggerebek, kami senang, nyaman," sambung dia.
Meski sudah beberapa kali dilakukan penggerebekan, Lilis menyebut pelaku narkotika di wilayah itu tetap keras kepala dan terus memproduksi sabu yang kemudian dijual ke luar kampung.
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi saat itu mengaku miris melihat masih adanya peredaran narkotika di Kampung Boncos yang sudah beroperasi selama puluhan tahun.
Baca Juga: Lagi, Polisi Tangkap Artis Berinisial RN Terkait Dugaan Narkoba
"Kalau dilihat wilayah ini miris. Kami dapati lagi adanya pelaku penyalahgunaan narkotika. Hal ini, sudah banyak memakan korban di sini," ujar Hengki.
Ia pun berharap peran warga dan para tokoh masyarakat untuk berani melaporkan kasus penyalahgunaan narkotika ke polisi.
"Jangan takut! Jangan takut melapor," kata Hengki.

Share this article
Dodi menjelaskan, dari 8 orang yang diamankan dalam penggerebekan di Kampung Boncos Palmerah tersebut, satu diantaranya seorang wanita.