WELLINGTON, AYOJAKARTA – Pemerintah Selandia Baru mengumumkan akan membuka perbatasan negaranya mulai 8 November 2021. Menteri urusan Covid-19 Selandia Baru Chris Hipkins mengatakan bahwa negaranya akan mulai melakukan pelonggaran perbatasan secara bertahap.
Selain itu, kata dia, Selandia Baru juga akan mencoba untuk mengurangi waktu karantina untuk kedatangan dari luar negeri mulai 14 November.
"Pelonggaran persyaratan isolasi dan karantina terkelola (MIQ) adalah bagian dari rencana yang lebih luas untuk membuka kembali Selandia Baru dengan aman dan terhubung kembali dengan dunia," katanya dalam pernyataan resmi yang dilansir dari Anadolu Agency, Kamis 28 Oktober 2021.
Rencana baru itu juga mengatur bahwa orang yang telah divaksinasi penuh hanya perlu menghabiskan waktu karantina selama 7 hari saja, dari yang tadinya 14 hari. Namun sayangnya, pembukaan perjalanan bebas karantina di Selandia Baru, baru diperuntukkan untuk beberapa negara Pasifik. Negara-negara Pasifik yang dimaksud adalah Samoa, Tonga, dan Vanuatu.
“Lalu Tokelau (wilayah Selandia Baru di Samudera Pasifik Selatan) yang memiliki hak untuk tinggal secara permanen di Selandia Baru dan orang-orang yang dilindungi oleh pengecualian perbatasan, mulai 8 November. Wisatawan harus divaksinasi lengkap, kecuali mereka adalah warga negara Selandia Baru,” jelas Hipkins.
Selandia Baru adalah salah satu dari sedikit negara pertama yang memberlakukan penutupan negara untuk orang asing dengan sangat ketat sejak Maret 2020. Hal ini sebagai upaya untuk membatasi penyebaran Covid-19.
Sebelumnya, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengumumkan pemerintah akan mengakhiri pembatasan ketat setelah negaranya mencapai target vaksinasi penuh sebesar 90% dari total populasi.
Sejauh ini, negara kepulauan tersebut telah memberikan lebih dari 6,68 juta dosis vaksin Covid-19, dan 59,4% dari hampir 6 juta orang di Selandia Baru telah divaksinasi sepenuhnya.
Berdasarkan informasi terakhir, Selandia Baru melaporkan 97 kasus baru dalam 24 jam terakhir. Sehingga jumlah total infeksi menjadi 5.995 sejak awal wabah, termasuk 28 kematian Covid-19.

Share this article
Pemerintah Selandia Baru mengumumkan akan membuka perbatasan negaranya mulai 8 November 2021 negaranya akan mulai melakukan pelonggaran