AYOJAKARTA.COM - Debat Pilgub Jakarta 2024 yang kedua diadakan semalam tanggal 27 Oktober.
Debat Pilgub Jakarta 2024 yang kedua diadakan di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta Utara.
Debat Pilgub Jakarta semalam membahas tentang ekonomi dan kesejahteraan sosial. Termasuk juga membahas masalah UMKM Indonesia.
Ridwan Kamil setelah debat tersebut mengadakan jumpa pers. Begitu juga dengan pasangan lainnya.
Baca Juga: Bentar lagi Rilis! Ini Bocoran iPhone SE 4 Desain dan Spesifikasinya, Mirip iPhone 14?
Ridwan Kamil menyebutkan kalau tidak semua produk UMKM Indonesia itu bisa ditunjukkan. Ia memberikan solusinya.
Berikut penjelasan Ridwan Kamil dikutip dari YouTube KOMPASTV pada Senin, 28 Oktober 2024:
Ada aturan di mall-mall Jakarta untuk menampilkan produk UMKM lokal paling tidak 30% adanya.
Namun, Ridwan Kamil berpendapat kalau tidak semua produk UMKM Indonesia itu bisa dipajang atau ditunjukkan.
Baca Juga: Daftar Lengkap Tes SKB Non CAT CPNS 2024 di Kementerian Pertahanan
“Saya sudah temukan penyakitnya. Tidak semua produk lokal itu presentable (bisa ditunjukkan atau dipajang) untuk kelas mall,” ungkapnya.
Maka, Ridwan Kamil akan mengumpulkan geng USS dan mereka melakukan kurasi. Kurasi untuk produk-produk yang akan dimasukkan ke mall.
“Saya kemarin ke USS (Urban Sneakers Society). Nanti geng mereka dikumpulkan, lalu saya meminta untuk kurasi (produk lokal UMKM),” lanjutnya.
Proses kurasi ini memilih mana produk yang keren dan mempunyai desain pas untuk kelas mall.
“Supaya yang berkumpul di situ (produk UMKM) keren-keren, kan. Supaya desainnya juga kelas mall,” jelasnya.
Ridwan Kamil khawatir apabila masalah kurasi tersebut diserahkan untuk setiap individu karena akan terjadi kendala.
“Kalau diserahkan ke individu-individu, banyak kendala. Jadi strategi kita (RK-Suswono) mengumpulkan ke komunitas-komunitas, kurasi mana yang keren dan laku, tugas gubernur mendorong dan memastikan proses 30%,” jawabnya.***
Share this article
Dalam debat Pilgub Jakarta, Ridwan Kamil beri solusi untuk produk UMKM agar bisa ditunjukkan di khalayak, apa itu?