AYOJAKARTA.COM – Setiap kali mendengar istilah Masjid Apung, kebanyakan dari warga Jakarta akan terbayang kata Ancol.
Memiliki siluet kubah menyerupai layar kapal, Masjid Apung Ancol yang berada berada tepat di atas laut bagian Utara Jakarta mampu menampung sekitar 2000 jamaah.
Selain terkenal karena desain arsitekturnya yang unik dan penuh dengan makna simbolis ajaran Islam, Masjid Apung Ancol juga telah menjadi salah satu destinasi wisata religi di Jakarta.
Meski tidak sepenuhnya keliru, warga Jakarta saat ini memiliki perspektif alternatif jika mendengar istilah Masjid Apung.
Berada di Cengkareng, Jakarta Barat, Masjid apung yang saat ini tengah menjadi bahan perbincangan justru dikenal karena memiliki keunikan tersendiri.
Mengandalkan kreativitas dan kesabaran, para Petugas Kebersihan di wilayah tersebut berhasil membangun Masjid Apung yang terbuat dari botol air minum dalam kemasan.
Kendati hanya mengandalkan materi botol air minum dalam kemasan, Masjid Apung yang berada di Cengkareng telah menyedot rasa ingin tahu banyak orang.
Memiliki dimensi ukuran 6 X 4 meter persegi, Masjid Apung tersusun dari ribuan botol bekas yang mulai dikumpulkan sejak bulan Maret 2025 lalu.
Selain gapura yang menjadi pintu masuk, bagian dinding serta kubah hingga atap masjid sebagian besar tersusun dari botol usang.
Baca Juga: Jadi Sorotan, Perlombaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus Banya Diminati Wisatawan Mancanegara
Menurut para petugas kebersihan, seluruh botol yang menjadi ornamen pembentuk masjid diperoleh dari bank sampah warga sekitar serta hasil pintu air.
Sebelum disusun menjadi bangunan yang menarik, seluruh botol terlebih dahulu melalui berbagai proses pengolahan.
Setelah terkumpul dan dibersihkan, botol-botol tersebut kemudian diberikan pewarna sebelum disusun satu persatu.
Mampu menampung sekitar 20 jamaah, Masjid Apung yang terletak di Kali Cengkareng didominasi dengan warna hijau serta kuning.
Menurut Qalam Hidayat selaku PJLP Unit Pengolahan Sampah Kali Cengkareng, pembangunan masjid apung pertama kali dicetuskan untuk mengikuti program dari Pemprov Jakarta.
Pembangunan masjid apung, Hidayat menambahkan dimaksudkan agar seluruh Petugas Kebersihan bisa mendirikan shalat tepat waktu serta berjamaah.
“Seluruh botol itu kita dapat dari masyarakat, itu jumlahnya sekitar 3.558 botol, kalau dipakai itu bisa 20 jamaah,” jelas Hidayat dikutip Ayojakarta dari tvOneNews.
Baca Juga: Poco M7 Plus: Spesifikasi Gahar yang Punya Baterai Jumbo 7000 mAh dan Tahan Air
Pembangunan masjid apung dengan menggunakan botol menurut Hidayat juga merupakan ajakan kepada seluruh warga Jakarta untuk lebih kreatif.
Meski pada awalnya terkesan tidak memiliki nilai, Hidayat optimis dengan sedikit upaya kreatif sampah kering seperti botol dapat diolah menjadi bentuk lebih bernilai.
Selain membangun Masjid Apung, Unit Pengolahan Sampah Kali Cengkareng juga telah berencana untuk membuat perahu. ***

Share this article
Mampu menampung sekitar 20 jamaah, Masjid Apung yang terletak di Kali Cengkareng didominasi dengan warna hijau serta kuning