AYOJAKARTA.COM – Setiap tanggal 17 Agustus yang merupakan Hari Kemerdekaan Indonesia, berbagai jenis perlombaan acap kali digelar di hampir masing-masing wilayah.
Selain untuk menyemarakkan Hari Kemerdekaan Indonesia, lomba yang diadakan pada 17 Agustus juga bertujuan untuk saling mengakrabkan sesama peserta.
Meski telah dianggap menjadi salah satu tradisi tahunan, acara lomba 17 Agustus saat ini bukan lagi sebatas peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia.
Baca Juga: Ramai Polemik Raperda KTR, Wilayah di Jakarta Timur Ini Terkenal Kawasan Tanpa Rokok Loh!
Salah satu penyebab semarak lomba 17 Agustus telah mengalami perbedaan, adalah karena menjadi minat wisatawan dari berbagai penjuru dunia.
Disamping untuk sekedar bisa melihat secara langsung kemeriahan acara, tidak sedikit pula para wisatawan yang datang untuk menjadi peserta.
Menjelang tanggal 17 Agustus, sejumlah wilayah di Indonesia yang dikenal karena berbagai pesona dan daya tarik wisata; telah banyak dikunjungi wisatawan asing.
Selain untuk membuat konten atau berbagi pengalaman melalui media sosial, kedatangan para wisatawan menjelang 17 Agustus juga bertujuan mengikuti langsung lomba yang digelar.
Akibat terjadinya lonjakan wisatawan dari manca negara, bangsa Indonesia saat ini juga memiliki julukan baru sebagai surga festival rakyat.
Baca Juga: Spesifikasi Tecno Spark Go 5G: Performa Mulus untuk Scrolling dan Main Game, Baterai Tahan Seharian
Menurut para wisatawan, rasa kebersamaan dan toleransi serta gotong-royong yang menjadi karakter bangsa Indonesia selalu menjadi daya tarik tersendiri.
Viralnya gerakan Aura Farming saat perayaan ajang rakyat Pacu Jalur digelar, membuat antusiasme wisatawan mancanegara semakin tertarik.
Disamping Pacu Jalur, kedatangan para wisatawan dari berbagai negara menjelang Hari Kemerdekaan Indonesia juga disebabkan karena Panjat Pinang.
Bagi para wisatawan yang selama ini hanya bisa melihat dari balik layar, menjadi peserta Panjat Pinang merupakan pengalaman yang pantas untuk dikenang.
Gelak tawa serta dukungan dari para penonton saat para wisatawan menjadi peserta lomba 17 Agustus, menurut mereka mampu mendatangkan atmosfer berbeda.
Selain Pacu Jalur dan Panjat Pinang, para wisatawan juga menikmati berbagai jenis lomba yang digelar selama perayaan Hari Kemerdekaan.
Baca Juga: Cek Fakta: Beredar Struk Penarikan Rp600 Ribu, Benarkah Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Sudah Cair?
Jenis lomba 17 Agustus yang menjadi daya tarik wisatawan asing untuk sengaja meluangkan waktu ke Indonesia antara lain Sepatu Bakiak, Balap Karung, serta Makan Kerupuk.
Para wisatawan dari manca negara mengaku, menjadi peserta lomba 17 Agustus bukan semata karena mengejar gelar sebagai juara.
Lebih bersifat emosional dan mendalam, karena keramahan warga Indonesia terhadap para wisatawan sudah membuatnya merasa memiliki keluarga.
Tidak terhalang oleh usia dan warna kulit, wisatawan mengagumi bagaimana perbedaan mampu dikelola dengan sangat baik oleh Bangsa Indonesia. ***

Share this article
Salah satu penyebab semarak lomba 17 Agustus telah mengalami perbedaan, adalah karena menjadi minat wisatawan dari berbagai penjuru dunia.