AYOJAKARTA.COM - DKI Jakarta ternyata memiliki Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) terluas di Indonesia.
Dengan adanya SPKU aktif dan terintegrasi, memudahkan warga untuk memantau kualitas udara secara real-time.
Dikutip dari akun Instagram @dinaslhdki, Selasa (21/10/2025) data ini menjadi dasar kebijakan pengendalian polusi yang akurat.
Jaringan pemantauan polusi udara ini adalah hasil kolaborasi antara DLH DKI Jakarta dengan beberapa sektor.
Untuk mengakses kualitas udara di Jakarta, warga bisa mengunjungi situs udara.jakarta.go.id.
Nantinya, seluruh data di SPKU akan terhubung ke portal publik udara.jakarta.go.id yang menampilkan informasi sebagai berikut:
1. Data kualitas udara terkini berbasis ISPU.
2. Peta sebaran sensor.
3. Wilayah dengan ISPU terbaik dan terburuk.
4. Rekomendasi aktivitas untuk kelompol umum maupun sensitif.
Langkah Jakarta untuk memperluas sistem ini dinilai sebagai contoh penting bagi kota lain di Indonesia.
Pemantauan udara sendiri bukan hanya sekadar mencatat angka.
Tetapi juga menjadi dasar pemerintah dalam mengambil kebijakan pengendalian polusi yang akurat dan terukur.
Pemantauan udara merupakan fondasi pengendalian polusi yang terukur, sekaligus inspirasi bagi kota lain.
Saat ini Jakarta telah memiliki 111 SPKU yang aktif di seluruh wilayah ibu kota.
Sistem ini adalah kombinasi antara stasiun refensi dan Low-Cost Sensor (LCS) yang dipasang di titik strategis.***

Share this article
DKI Jakarta ternyata memiliki Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) terbesar di Indonesia, warga bisa memantau kualitas udara secara real time.