AYOJAKARTA.COM - Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta kini ikut buka suara terkait Jakarta dinobatkan sebagai kota terpadat di dunia oleh PBB.
Menurut Pramono, Jakarta seharusnya masuk ke Peringkat 30 besar dunia.
"Jadi menurut saya sebenarnya kalau disampaikan Jakarta kota terpadat, salah. Karena Jakarta dalam kepadatan adalah kota kepadatan nomor 30 sebenarnya," ujar Pramono, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Selasa (2/12).
Baca Juga: Target Bulan Desember Selesai! Progres Pembangunan Kali Krukut Cegah Luapan Banjir di Musim Hujan
Perbedaan pendapat antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai jumlah kepadatan penduduk kota Jakarta dikarenakan adanya perbedaan metode perhitungan.
Lebih lanjut, Pramono menyebutkan laporan yang diberikan oleh PBB ini dihitung berdasarkan dengan aktivitas harian bukan jumlah penduduk resmi.
Sebagai informasi, berdasarkan data Dukcapil Provinsi DKI Jakarta, jumlah penduduk Jakarta tercatat 11.010.514 jiwa.
Jumlah ini dihitung berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang teregistrasi beralamat di Jakarta.
Baca Juga: ISMN Bandung Jadi Ruang Penyatu Kreator Lokal: ‘Kolaborasi Harus Jalan Sampai Kiamat’
Meski demikian, Jakarta sebagai pusat ekonomi juga menjadi tempat aktivitas bagi jutaan masyarakat yang berasal dari wilayah penyangga, seperti Bogor, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, maupun Bekasi. Mereka datang ke Jakarta untuk bekerja, bersekolah, berbisnis, berobat, dan lain sebagainya.
Karena itu, jumlah penduduk sebesar 42 juta jiwa yang tercatat dalam laporan PBB merupakan jumlah orang yang beraktivitas di Jakarta, bukan penduduk yang memiliki KTP Jakarta.***

Share this article
Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta kini ikut buka suara terkait Jakarta dinobatkan sebagai kota terpadat di dunia oleh PBB.