AYOJAKARTA.COM - Informasi penting dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta yang memberikan imbauan potensi tanah longsor di ibu kota pada bulan Desember 2025.
Peringatan ini disampaikan setelah adanya potensi curah hujan yang dapat memicu gerakan tanah.
BPBD DKI Jakarta bukan mengacu dari BMKG saja namun pada informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Baca Juga: Target Selesai Desember 2025! Satpol PP Lakukan Sosialisas Pergub Nomor 36 Tahun 2025 Tentang HPR
“Berdasarkan analisis tersebut, terdapat beberapa wilayah di Provinsi DKI Jakarta yang masuk dalam zona kerentanan menengah hingga tinggi terhadap gerakan tanah, terutama apabila curah hujan berada di atas normal,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, Selasa (16/12).
2 wilayah yang masuk ke dalam zona menengah-tinggi ialah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur:
Jakarta Selatan
- Kecamatan Cilandak
- Jagakarsa
- Kebayoran Baru
- Kebayoran Lama
- Mampang Prapatan
- Pasar Minggu
- Pesanggrahan.
Jakarta Timur
- Kecamatan Cipayung
- Ciracas
- Kramatjati
- Makasar
- Pasar Rebo.
Baca Juga: Pasca Kebakaran, Pasar Induk Kramat Jati akan Segera Direnovasi: Pedagang Tidak Direlokasi
Lebih lanjut Isnawa menjelaskan, pada zona menengah, potensi gerakan tanah dapat terjadi jika curah hujan berada di atas normal, terutama di daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan, atau lereng yang mengalami gangguan.
Sedangkan pada zona tinggi, potensi longsor dinilai lebih besar karena gerakan tanah lama dapat kembali aktif ketika dipicu oleh hujan lebat berkepanjangan.
“Walaupun Jakarta dikenal sebagai wilayah perkotaan, potensi longsor tetap ada, khususnya di area dengan kontur tertentu dan kondisi tanah yang rentan. Karena itu, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan,” ujarnya.***
Share this article
Informasi penting dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta yang memberikan imbauan potensi tanah longsor di ibu kota pada bulan Desember 2025.