AYOJAKARTA.COM - Pemprov DKI Jakarta bersama Transjakarta bakal membuka rute baru yang menghubungkan Terminal Blok M dengan Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta) pada pekan depan.
Rute ini dihadirkan untuk memberikan alternatif transportasi umum yang terjangkau, nyaman, dan terintegrasi bagi masyarakat yang hendak bepergian ke dan dari bandara.
Rencana ini disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
"Minggu depan saya akan membuka rute baru dari Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta secara langsung," ujar Pramono.
Baca Juga: Pramono Anung akan Resmikan Rute Baru Transjabodetabek Blok M- Bandara Soetta Pekan Depan!
Pramono meyakini rute baru tersebut bisa efektif mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.
Ia juga mengatakan bahwa pengembangan transportasi publik menjadi prioritas Pemprov DKI di tahun 2026.
Selain MRT dan LRT, Pemprov juga terus memperluas layanan TransJabodetabek yang menghubungkan Jakarta dengan wilayah penyangga.
Sebelumnya, Transjakarta juga telah membuka rute baru yakni seperti Alam Sutera–Blok M, PIK 2–Blok M, Bogor–Blok M, dan Ancol–Blok M.
Baca Juga: LKPP Punya Andil dalam Tentukan Harga Pengadaan Chromebook dalam Kasus Korupsi Nadiem Makarim
Menurut Pram, rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta ini akan melengkapi konektivitas transportasi publik dari dan menuju pusat kota.
Hanya dengan tarif Rp 3.500 saja dan jalur khusus, TransJakarta bisa diharapkan jadi alternatif efisien dibanding kendaraan pribadi, taksi, maupun bus bandara.
Rute ini juga dinilai memudahkan mobilitas penumpang pesawat.
Baca Juga: Imbauan Ketentuan Pendaftar KIP Kuliah untuk SNBP 2026, Panitia SNPMB: Lebih Baik Daftar...
Dari Blok M, penumpang melanjutkan perjalanan ke berbagai wilayah Jakarta menggunakan MRT, TransJakarta, atau moda transportasi lainnya.
Namun, Pram mengatakan bahwa untuk detail teknis rute dan titik pemberhentian akan disampaikan lebih lanjut oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta.***

Share this article
Pembukaan rute baru Transjakarta Blok M-Bandara Soetta ini akan diresmikan langsung oleh Gubernur Pramono Anung.