AYOJAKARTA.COM - Hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Sabtu (7/3) malam hingga Minggu (8/3) dini hari kembali memicu genangan dan banjir di sejumlah titik.
Tingginya intensitas hujan menyebabkan beberapa wilayah permukiman serta ruas jalan tergenang air.
Terkait banjir yang terjadi, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pun buka suara.
Menurut Pramono, banjir di Jakarta tidak bisa sepenuhnya dihilangkan.
Baca Juga: PLN Nusantara Power Rampungkan Proyek Elektrifikasi Jalur Kereta Malaysia Lebih Cepat
Sebab, saat ini kondisinya adalah permukaan air laut lebih tinggi dari permukaan tanah.
Ia mengatakan kondisi geografis lah yang menjadi salah satu faktor utama yang membuat banjir di ibu kota tak bisa hilang sepenuhnya.
Pernyataan ini disampaikan Pramono menyusul terjadinya curah hujan ekstrem yang mencapai 264 mm per hari pada 7-8 Maret 2026.
Peristiwa ini tentunya memicu genangan di sejumlah titik.
Baca Juga: Dimakamkan Pagi Ini di TPU Tanah Kusir, Ini Momen Terakhir Vidi Aldiano Sebelum Meninggal Dunia
Untuk mengantisipasi terjadi genangan dan banjir, Pemprov DKI menyiagakan sekitar 1.200 pompa.
Jumlah tersebut termasuk pompa portabel, di lokasi rawan banjir seperti Daan Mogot dan Jalan D.I. Panjaitan.
Lebih lanjut, Pramono memastikan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air untuk terus dilakukan agar penyedotan air berjalan cepat sehingga aktivitas warga dan lalu lintas tetap dapat beroperasi.
Saat ini Pemprov DKI juga tengah fokus pada mitigasi jangka panjang melalui normalisasi Sungai Ciliwung, Krukut dan Cakung Lama.
Normalisasi ini dilakukan untuk mengantisipasi air kiriman dari hulu.
Proyek normalisasi Sungai Cakung Lama ditargetkan selesai pada tahun 2027.
Pramono berharap dengan langkah ini, ke depan bisa secara signifikan mengurangi potensi banjir di masa depan.***

Share this article
Gubernur Pramono mengatakan kondisi geografis lah yang menjadi salah satu faktor utama yang membuat banjir di ibu kota tak bisa hilang sepenuhnya.