AYOJAKARTA.COM - Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat pengelolaan sanitasi di wilayah Kepulauan Seribu.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui peresmian Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) di Pulau Pramuka oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, Jumat (13/3).
Peresmian fasilitas pengolahan limbah domestik itu menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus menjaga kelestarian ekosistem laut di kawasan Kepulauan Seribu.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono meninjau langsung fasilitas SPALD yang telah dibangun untuk melayani kebutuhan pengolahan limbah warga di Pulau Pramuka.
Ia menilai kualitas fasilitas yang dibangun sudah sangat baik dan mampu mendukung pengelolaan limbah secara lebih modern dan ramah lingkungan.
"Saya meresmikan sarana Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) yang saya lihat secara langsung kualitasnya sangat baik," ujar Pramono.
Pembangunan SPALD ini sangatkan penting karena untuk memperbaiki kualitas sanitasi dan lingkungan di Pulau Pramuka yang dihuni oleh sekitar 2.200 penduduk.
Dengan adanya SPALD, Pramono berharap fasilitas ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat kepulauan dalam menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan.
Baca Juga: Pemkab OKU Biayai Kuliah Kedokteran Anak Berprestasi Lewat Program Gapai Mimpi
Ada lima zona IPAL eksisting yang dibangun pada 2012 hingga 2013 dan berkapasitas total 195 m³ per hari.
Namun berdasarkan inspeksi di lapangan, ditemukan IPAL zona 2 dan zona 3 telah melayani di luar kapasitas semestinya.
Sebagai informasi, Zona 2 memiliki kapasitas 113 SR dan melayani 245 SR.
Sedangkan untuk zona 3 berkapasitas 113 SR dan melayani 129 SR.
Trjadi over capacity ini, menurut Pramono perlu dilakukan pengembangan melalui pembangunan dan peningkatan SPALD Pulau Pramuka.
Baca Juga: Rekomendasi HP di Bawah Rp2 Juta Rupiah yang Worth It Dibeli untuk Lebaran 2026
Lebih lanjut, Pramono mengatakan pembangunan dan peningkatan SPALD di Pulau Pramuka nantinya bisa menjadi sarana pengolahan air limbah domestik agar lebih maksimal.
Selain itu juga bisa memiliki fungsi ekologis dengan tetap memperhatikan kondisi lingkungan serta masyarakat setempat.
Melalui peningkatan SPALD, maka akan meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan warga, mengurangi pencemaran laut dan bau tidak sedap, mendukung pariwisata bersih dan berkelanjutan, serta menjadi prototype pengelolaan SPALD terpadu di Kepulauan Seribu.***
Share this article
Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat pengelolaan sanitasi di wilayah Kepulauan Seribu, salah satunya dengan peresmian SPALD di Pulau Pramuka.