AYOJAKARTA.COM - Upaya pembenahan sistem pengelolaan sampah di DKI Jakarta kini sedang dilakukan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendorong langkah konkret melalui gerakan pilah sampah dari sumbernya.
Inisiatif ini penting untuk mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA) sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah di ibu kota.
Persoalan sampah di Jakarta tidak bisa hanya diselesaikan di hilir.
"Saya Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta, mewakili Pemerintah Jakarta. Berkomitmen melakukan pembenahan secara serius dan mendasar terhadap sistem pengelolaan sampah di Jakarta," ujar Pramono.
Pramono pun mengajak warga Jakarta untuk memiliah sampah dari sumbernya menjadi empat kategori, apa saja?
1. Sampah mudah terurai yang dapat diolah menjadi kompos, seperti sisa makanan, sayuran, buah-buah, dan daun.
2. Sampah yang bisa didaur ulang, seperti plastik, kertas, dan logam, yang dapat disalurkan ke bank sampah.
Baca Juga: Bocoran soal Rekrutmen ASN 2026, Pemerintah Ungkap Masih Tunggu Penetapan Sektor Prioritas
3. Sampah B3 atau Bahan Berbahaya dan Beracun seperti baterai bekas, lampu neon, obat-obatan kadaluarsa, hingga limbah kimia rumah tangga.
4. Sampah residu yang tidak dapat diolah kembali, seperti popok sekali pakai dan pembalut.
Sampah jenis ini biasanya berakhir di TPA.
Lebih lanjut, Pram menyampaikan bahwa pemilihan sampah ini akan menjadi kebiasaan sehari-hari yang harus dilakukan warga.
Ia percaya, jika warga bisa bekerja sama, maka perubahan besar terkait pengelolaan sampah di Jakarta bisa terwujud.
Kebijakan ini diharapkan tak hanya menjadi imbauan, tapi juga terintegrasi dalam sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.***
Share this article
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendorong langkah konkret melalui gerakan pilah sampah dari sumbernya jadi empat kategori.