AYOJAKARTA.COM - Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup terus mendorong berbagai inovasi untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA).
Salah satu langkah yang kini mulai diterapkan adalah penggunaan biopori jumbo.
Biopori jumbo ini dinilai efektif untuk mengolah sampah organik langsung dari sumbernya, yakni rumah tangga dan lingkungan permukiman.
Biopori sendiri merupakan lubang silindris yang dibuat vertikal ke dalam tanah dan bisa digunakan untuk pengomposan sampag organik sekaligus tempat resapan air hujan.

Sampah organik dapur, seperti sisa dapur dan makanan dimasukkan ke dalam lubang biopori untuk diolah menjadi kompos.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sempat meninjau langsung RW 014 Pondok Kelapa yang sudah menerapkan biopori jumbo.
Warga RW 014 Pondok Kelapa saat ini tercatat telah berhasil merealisasikan 130 titik biopori jumbo.
Lantas apa saja manfaat dari biopori ini?

Berikut ulasannya dikutip dari akun Instagram @dkijakarta:
1. Mengubah sampah organik dapur jadi kompos yang bisa digunakan untuk pupuk tanaman
2. Meningkatkan penyerapan air hujan dan jumlah air tanah
3. Meningkatkan kesehatan dan kesuburan tanah

Cara bikin biopori:
1. Buat lubangnya sesuaikan kedalaman dan diameter yang dibutuhkan
2. Lapisi lubang dengan tong plastik/ pipa PVC yang sudah dilubangi
3. Isi lubang dengan sampah organik dapur seperti kulit buah-buahan, sisa sayur, sampah sisa makanan, daun, dan rumput kering
*Komposisi: jenis sampah terbanyak adalah sisa sampah organik (>40 persen) dan bersumber dari rumah tangga
4. Tutup lubang menggunakan kawat besi atau tutup PVC yang sudah dilubangi.***
Share this article
Biopori jumbo ini dinilai efektif untuk mengolah sampah organik langsung dari sumbernya, yakni rumah tangga dan lingkungan permukiman.