AYOJAKARTA.COM -- Selama 1 tahun akses terputus, warga Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah, Aceh, akhirnya resmi membuka kembali Jalan dan Jembatan Enang-Enang melalui hasil patungan sendiri.
Jalur vital yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat wilayah tengah Aceh ini sebelumnya tertutup longsor sejak bencana hidrometeorologi melanda pada November tahun lalu.
Karena tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah, warga akhirnya memutuskan untuk bergerak secara swadaya.

Inisiator perbaikan jalan, Sahrial Abadi, mengungkapkan bahwa dana yang terkumpul dari donasi warga mencapai angka yang fantastis, yakni Rp 1 miliar.
Dana tersebut murni berasal dari sumbangan masyarakat yang merasa ditinggalkan oleh pemerintah, bukan dari APBN maupun APBD.
"Jalan hari ini resmi kita buka, proses pengaspalan dan perbaikan jembatan sudah selesai. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu," ujar Sahrial dengan penuh haru saat peresmian, Kamis (2/7/2026).
Hingga saat pembukaan, dana yang telah terpakai mencapai Rp 526 juta.
Sisa saldo yang ada rencananya akan dialokasikan untuk pembangunan fasilitas pendukung seperti dinding penahan jalan, tempat ibadah, dan fasilitas umum lainnya.

Aksi nyata warga ini ternyata sempat diwarnai drama penutupan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh pada akhir Juni lalu dengan alasan keamanan.
Namun, langkah tersebut justru memicu gelombang kritik keras dan protes dari berbagai elemen masyarakat.
Setelah mendapat tekanan publik, pihak BPJN Aceh akhirnya berkunjung kembali untuk meminta maaf dan secara resmi mengizinkan pembukaan jalan tersebut bagi kendaraan yang tidak bermuatan berlebih.***
Share this article
Selama 1 tahun akses terputus, warga Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah, Aceh, akhirnya resmi membuka kembali Jalan dan Jembatan Enang-Enang melalui hasil patungan sendiri.