AYOJAKARTA.COM - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan kali ini batal maju ke pemilihan kepala daerah (Pilkada) Jakarta 2024 sebagai calon gubernur DKI Jakarta.
Selain itu, Anies Baswedan juga batal maju ke Pilkada Jawa Barat 2024 sebagai calon gubernur Jawa Barat dengan alasan ia tidak mau maju jika tidak di Jakarta.
Eks Gubernur DKI Jakarta tersebut gagal maju ke Pilkada Jakarta 2024 dikarenakan partai-partai yang sebelumnya mengusung dirinya beralih dan bergabung ke Koalisi Indonesia Maju (KIM).
Partai-partai yang dulu mengusungnya tersebut kini malah menjadi pendukung pasangan cagub dan cawagub DKI Jakarta 2024 yakni Ridwan Kamil-Suswono.
Baca Juga: 3 Bansos Cair Hari Ini, Ada Bocoran Bantuan PKH BPNT yang Disalurkan lewat KKS
Diketahui, partai-partai tersebut antara lain Partai Nasdem, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan PKB yang saat ini sudah berada di KIM Plus.
Namun, Anies Baswedan memiliki peluang untuk diusung partai berlambang kepala banteng yakni PDIP. Sayangnya, PDIP memutuskan untuk memilih mengusung kadernya sendiri yakni Pramono Anung dan Rano Karno.
Batalnya Anies untuk maju ke Pilkada DKI Jakarta dan Jawa Barat tersebut menjadi sorotan banyak orang. Salah satunya eks Komisaris Ancol sekaligus Pengamat Politik Geisz Chalifah.
Geisz Chalifah mengatakan bahwa Fahri Hamzah pernah mengkritik Anies Baswedan dan menyebut bahwa eks Gubernur DKI Jakarta tersebut berselancar di partai-partai.
Baca Juga: YES! 5 Bansos Cair Mulai Hari Ini dan Ada 2 Bantuan Tambahan yang Cair untuk KPM, Apa Saja?
“Jadi kan Fahri Hamzah kan bacotnya gede ya, dia tuh kalau mau kritik orang tuh hebat sekali, tapi dia sendiri enggak mampu menjadikan dirinya maupun partainya sesuatu, enggak jadi juga gitu loh, jadi mungkin kayaknya Fahri itu hasut banget dengan Anies” ucap Geisz Chalifah, dikutip Ayojakarta.com dari Youtube Bambang Widjojanto, pada Rabu, 4 September 2024.
Ia juga mengatakan hubungan Fahri Hamzah dengan Anies Baswedan. Menurutnya, Fahri pernah berkali-kali mengkritik Anies Baswedan yang tidak masuk partai namun bisa pindah-pindah partai.
“Jadi Fahri itu berkali-kali mengkritiki Anies tentang tidak masuk partai menikmati Berselancar di partai-partai harus bangun partai pokoknya kerjanya mengkritik terus, kritiknya itu karena lu hasut aja sama dia, gua tahu hasut bukan siapa bukan karena apa-apa hasut aja lu” ucapnya.
Geisz Chalifah berpendapat bahwa Anies Baswedan tidak berselancar. Anies ke beberapa konverensi Partai karena diundang.
“Jadi soal dia masuk partai atau tidak masuk partai itu satu Anies tidak B lancar gua kasih tahu hari ya, Konvensi Demokrat Anes diundang” katanya.
“Lalu di Pilgub 2017 Anies juga diundang Anies baru 2 bulan jadi menteri dia tidak menawarkan diri kan diundang oleh PPP, PKB dan PAN yang akhirnya Nggak jadi batal baru kemudian satu hari menjelangnya diminta bertemu dengan Sandiaga Uno yang akhirnya diundang ke Gerindra gitu kan” tutupnya.***
Share this article
Geisz Chalifah bantah apa yang disampaikan Fahri Hamzah soal Anies Baswedan, dan ungkap fakta mengapa eks Gubernur itu pindah-pindah partai.