AYOJAKARTA.COM – Mentri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, menyampaikan bahwa ia akan mengirim tim untuk menindaklanjuti kasus dugaan intimidasi.
Kasus dugaan intimidasi tersebut diterima oleh Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) Melki Sedek Huang dan keluarganya di Pontianak, Kalimantan Barat.
Intimidasi ini diterima Melki setelah ia mengkritik terkait keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 90/PUU-XXI/2023, tentang batas usia capres dan cawapres.
Baca Juga: Fix! 5 Bantuan Sosial Ini Cair Bulan November hingga Desember 2023, Kamu Dapat?
"Saya akan mengirim tim ke sana karena kalau ini dibiarkan, nanti akan terjadi lebih lanjut dalam peristiwa-peristiwa berikutnya," ucap Mahfud, dikutip dari Suara.com, Kamis (9/11/2023).
Mahfud menyampaikan bahwa pihak yang diduga melakukan intimidasi terhadap Melki dan keluarga berasal dari aparat kepolisian, yang dimana hal tersebut melanggar konstitusi.
Intimidasi ini tidak bisa dibiarkan, lantaran Melki hanya menyampaikan pendapatnya terkait keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang dilindungi undang-undang.
"Apalagi yang diteror keluarga dia, orang tuanya yang ada di desa. Itu tidak boleh, itu pelanggaran atas asas profesionalitas dan itu tidak boleh terjadi di NKRI yang punya konstitusi yang sangat ketat untuk itu. Baik Melki maupun orang tuanya harus dilindungi," ucap Mahfud.
Dengan tegas Mahfud menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan supaya aparat TNI dan Polri bersikap netral dalam menghadapi situasi dan dinamika politik khususnya menjelang Pemilu 2024.
Instruksi tersebut menurut Mahfud, sudah ditindaklanjuti oleh Panglima TNI Laksamana Yudo Margono dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
"Saya akan mengirim tim ke sana karena kalau ini dibiarkan nanti akan terjadi lebih lanjut dalam peristiwa-peristiwa politik berikutnya," ujar Mahfud.
Sebelumnya, Melki mengatakan bahwa keluarganya didatangi beberapa minggu lalu oleh beberapa pihak yang mengaku sebagai aparat keamanan.
Hanya saja pada saat itu pihak aparat keamanan tersebut tidak menyebutkan asal satuannya.
"Paling parah Ibu saya di rumah Pontianak, didatangin sama orang berseragam TNI sama Polisi. Ditanya-tanyainlah kebiasaan Melki di rumah dulu ngapain, ibu saya itu kalau balik ke rumah pernah balik malam enggak, balik jam berapa. Ya menanyakan kebiasaan orang-orang di rumah," ucapnya.***

Share this article
Mahfud MD, menyampaikan bahwa ia akan mengirim tim untuk menindaklanjuti kasus dugaan intimidasi terhadap ketua BEM UI Melki Sedek Huang